Mahasiswi Surabaya Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Batik Berbasis Android
Jumat, 6 Oktober 2023 | 09:37 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Seorang mahasiswi semester akhir Universitas Ciputra Surabaya mengembangkan aplikasi pendeteksi batik. Hal ini bermula dari rasa keprihatinan serta keterbatasan informasi masyatakat, terutama generasi millenial dalam memahami batik sebagai warisan budaya adiluhung nenek moyang bangsa Indonesia.
Mahasiswi tersebut bernama Michelle Alexandra Dinata (22 tahun), program studi Teknik Informatika yang membuat aplikasi pendeteksi batik berbasis android. Pada tahap awal, mahasiswa yang mengambil peminatan artificial intelegent ini membuat aplikasi pendeteksi batik dengan metode deep learning dalam kecerdasan buatan.
Guna menyempurnakan aplikasi ini mahasiswi ini mencari sumber data berupa 9.000 gambar atau foto pola dari 15 jenis batik dari berbagai daerah. Untuk mengunakan aplikasi ini, cukup memanfaatkan gambar yang diambil dari kamera handphone atau dari galeri handphone kemudian dimasukkan dalam sistem pendeteksi aplikasi sehingga akan muncul batik tersebut berasal dari daerah mana.
"Proses pembuatan sendiri saya mengumpulkan data site dari website kemudian saya olah data tersebut dan saya gunakan data itu untuk menjadi model di aplikasi saya dan untuk saat ini yang masuk di aplikasi total batik ada 15 clas tapi untuk di Nusantara sendiri terdapat 5.800 motif batik," ujar Michelle Alexandra Dinata, Jumat (6/10/2023).
Sementara itu, Evan Tanuwijaya, dosen pembimbing Michelle, menuturkan bahwa aplikasi ini memanfaatkan teknologi tense flow yang digunakan untuk membuat kecerdasan buatan dalam aplikasi. Untuk data yang digunakan sendiri juga harus sebanyak-banyaknya karena metode artificial intelligent atau yang ke arah deep learning ini membutuhkan banyak sekali varian data.
Untuk sementara aplikasi pendeteksi batik yang dibuat mahasiswa ini tingkat akurasinya masih 80 persen, karena masih dalam tahap development atau pembangunan. Ked epan pasti akan ditingkatkan lagi agar bisa menjadi referensi generasi muda untuk mengetahui asal batik dan menjadi tahu beragam batik Nusantara.
"Untuk tingkat akurasi dari aplikasi ini karena kita masih dalam tahap development ya sampai saat ini masih dalam tingkat 80 persen untuk keakurasiannya," ungkap Evan Tanuwijaya.
Ke depan aplikasi pendeteksi batik ini akan terus dikembangkan lagi agar bisa mendeteksi 5.800 jenis batik yang ada di Indonesia. Agar masyarakat Indonesia lebih mudah dalam mengenal berbagai jenis batik yang ada dan membuat batik lebih di cintai di Tanah Air.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




