ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Soal Polemik Pinjol Danacita Jadi Skema Pembayaran UKT, Ini Kata Rektor ITB

Jumat, 2 Februari 2024 | 13:13 WIB
A
DM
Penulis: Aep | Editor: DM
ujar Plh Sekertaris Institut, Taufik Hidajat saat menyampaikan pesan Rektor ITB dalam konfrensi Pres di Dedung Rektorat ITB, jalan Taman Sari, Kota Bandung. Rabu, 31 Januari 2024.
ujar Plh Sekertaris Institut, Taufik Hidajat saat menyampaikan pesan Rektor ITB dalam konfrensi Pres di Dedung Rektorat ITB, jalan Taman Sari, Kota Bandung. Rabu, 31 Januari 2024. (Beritasatu.com/Aep)

Bandung, Beritasatu.com - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Reini D Wirahadikusuma angkat bicara soal pinjaman online (pinjol) Danacita. Polemik mencuat seusai aksi penolakan ratusan mashasiswa beberapa waktu lalu terkait pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) dengan skema pembayaran pinjol tersebut.

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Reini D Wirahadikusuma mengaku terkejut dengan mencuatnya isu pinjol dalam skema pembayaran UKT. Danacita adalah salah satu cara ITB untuk mempermudah pembayaran kuliah.

"Mohon maaf, kami kurang sensitif sehingga di laman perwalian membuat kaget dan isu stigma pinjol yang lebih mencuat. Padahal, Danacita hanya salah satu dari banyak cara bantuan pendanaan kuliah di ITB. Lengkapnya ada di laman Direktorat Kemahasiswaan," ujar Plh Sekretaris ITB, Taufik Hidajat saat menyampaikan pesan Rektor ITB dalam konferensi pres di gedung Rektorat ITB, jalan Taman Sari, Kota Bandung. Rabu (31/01/2024).

ADVERTISEMENT

ITB, menurut dia, juga sudah melakukan sosialisasi pada rapat koordinasi rutin, dan memang terus memperbaiki sistem untuk komunikasi efektif. "Sudah ada sosialisasi juga di Rakor rutin, tetapi memang kami sedang terus memperbaiki sistem untuk komunikasi efektif dengan warga," ungkapnya.

Terkait opsi pembayaran UKT melalui Danacita, kata Taufik, ITB tidak menganjurkan mahasiswa S1 yang mengalami kendala ekonomi untuk tidak menggunakan skema pinjol tersebut.

"Opsi ini bisa untuk kebutuhan mahasiswa tertentu, misalnya MBA, program profesi, dan lain sebagainya, yang berinvestasi bagi karir mereka. Tentu bukan untuk mahasiswa S1 kurang mampu, tidak akan lolos review dari lembaga nonbank tersebut," tegasnya.

Pada 2023 , Taufik mengungkapkan, ITB memiliki beasiswa Rp 80 miliar yang berasal dari donatur. Beasiswa tersebut diberikan kepada 7.900 mahasiswa.

"Terima kasih kepada para donatur yang mendonasikan beasiswa hingga mencapai Rp 80 miliar untuk 7.900 mahasiswa pada 2023. Beliau-beliau (para donatur) kami apresiasi setiap tahun di acara Malam Apresiasi Mitra Kemahasiswaan," tuturnya.

Mengenai mahasiswa tidak mampu, Taufik memaparkan, sudah ada subsidi melalui kartu Indonesia pintar kuliah (KIPK) sebesar 20% setiap angkatan. "Ada juga subsidi Pemerintah melalui bantuan pendanaan perguruan tinggi negeri badan hukum (BPPTN BH)," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon