ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2 Kelompok Berperang Saat Penghitungan Suara di Nduga, 1 Tewas dan 2 Terluka Kena Panah

Jumat, 16 Februari 2024 | 10:18 WIB
SP
SL
Penulis: Sevianto Pakiding | Editor: LES
Kapolres Nduga AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga turun tangan meredam situasi saat dua kelompok warga saling serang di Distrik Geselma, Kabupaten Nduga, di Papua Pegunungan.
Kapolres Nduga AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga turun tangan meredam situasi saat dua kelompok warga saling serang di Distrik Geselma, Kabupaten Nduga, di Papua Pegunungan. (Istimewa/Istimewa)

Timika, Beritasatu.com – Dua kelompok warga terlibat saling serang yang mengakibatkan satu korban tewas dan lainnya luka-luka saat proses pengitungan suara Pemilu 2024 di Distrik Geselma, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (15/2/2024).

Kapolres Nduga AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga mengatakan, situasi memanas ketika kepala Distrik Geselma tiba-tiba mendapat ancaman dari kepala BPBD Kabupaten Nduga.

“Kejadiannya saat dilakukan pengitungan suara di Distrik Geselma, dan pembagian suara untuk ketiga caleg yang telah disepakati,” kata Vinsensius dalam keterangannya yang dirilis Polda Papua, Jumat (16/2/2024).

ADVERTISEMENT

Vinsensius tidak menjelaskan lebih jauh perihal ancaman tersebut. Namun menurutnya, ancaman itulah yang memicu dua kelompok warga terlibat saling serang. Sebanyak tiga orang warga menjadi korban dalam peristiwa itu. 

Seorang di antaranya tewas, dan dua lainnya mengalami luka serius akibat tertembus anak panah. “Kami sedang menyelidiki insiden tersebut dan berusaha mencari tahu akar permasalahan yang memicu ancaman,” tuturnya.

Menurut Vinsensius, kasus ini akan diusut tuntas dan semua pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa merenggut nyawa warga itu bisa mendapat sanksi hukum. "Terlebih agar masyarakat di Kabupaten Nduga kembali hidup dalam keadaan aman dan damai,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kabupaten Nduga adalah salah satu daerah yang memakai sistem Noken dalam pemilu. Di samping itu, Nduga merupakan daerah paling rawan di Papua karena menjadi basis kelompok kriminal bersenjata (KKB). 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon