Banjir Bandang Terjang Kota Palopo
Jumat, 29 Maret 2024 | 08:12 WIB
Palopo, Beritasatu.com - Banjir bandang menerjang Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat dini hari (29/3/2024). Banjir terjadi setelah air bah meluap dari Sungai Latuppa hingga masuk ke permukiman warga.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga membawa serta material lumpur dan kayu hingga mengakibatkan sejumlah akses jalan di jantung Kota Palopo lumpuh.
Banjir yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik dan terpaksa menyelamatkan diri. Kondisi ini juga membuat harta benda berharga milik warga ikut terendam dan tidak dapat diselamatkan.
Banjir tersebut merendam ribuan permukiman warga serta sejumlah fasilitas pendidikan dan ibadah. Setidaknya ada tiga kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Wara, Wara Timur, dan Kecamatan Mungkajang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, Burhanudin mengatakan peristiwa tersebut terjadi karena tingginya intensitas curah hujan serta meluap Sungai Latuppa.
"Sungai tidak lagi mampu menampung debit air yang tinggi sehingga meluap ke permukiman warga," ujar Burhanuddin di lokasi banjir.
Burhanuddin mengatakan ketinggian banjir mencapai 1,5 meter atau setinggi paha orang dewasa, serta membawa material lumpur dan kayu dari hulu sungai.
"Ketinggian air mencapai 1,5 meter, sejumlah warga juga sudah dievakuasi ke titik aman. Banjir kali ini cukup parah karena membawa material lumpur dan kayu sehingga menyebabkan jebolnya tanggul sungai," ungkapnya.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Palopo, Asrul Sani seusai meninjau langsung dampak banjir mengatakan jika musibah bencana alam ini membawa material pohon. Asrul Sani menduga banjir tersebut diakibatkan adanya pembalakan hutan secara liar dan alih fungsi lahan.
"Kita bisa lihat banjir ini membawa material pohon, kita menduga adanya pembalakan hutan serta alih fungsi lahan di kawasan sungai Latuppa," ungkapnya.
Asrul Sani mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan di area hutan di kawasan Sungai Latuppa.
"Kita akan mengecek langsung ke atas, karena musibah ini menjadi persoalan serius," ujarnya.
Asrul Sani mengungkapkan banjir di Kota Palopo, Sulawesi Selatan sudah ketiga kalinya terjadi selama sebulan dan kali ini merupakan banjir terparah.
"Sudah tiga kali terjadi selama sebulan dan malam ini sangat parah," tutupnya.
Perlu diketahui banjir terparah terjadi di Jalan Belimbing Kecamatan Wara dan Jalan Cakalang Kecamatan Wara Timur. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut tetapi kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




