3.284 Korban Bencana di Aceh Terserang ISPA dan Peradangan Kulit
Senin, 29 Desember 2025 | 22:36 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com – Dinas Kesehatan Aceh menemukan banyak warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di provinsi itu mengalami penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan peradangan kulit (dermatitis) yang mencapai 3.284 kasus hingga, Senin (29/12/2025).
Hal itu berdasarkan temuan dari pemeriksaan terhadap warga terdampak bencana di posko-pokos kesehatan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. Sebanyak 12.100 orang telah mendapatkan pelayanan kesehatan sejauh ini.
Adapun jenis penyakit yang paling banyak ditangani meliputi ISPA) sebanyak 2.187 kasus, dermatitis 1.097 kasus, hipertensi 628 kasus, tinea 380 kasus, dispepsia 313 kasus, febris 296 kasus, myalgia 282 kasus, diare 279 kasus, chepalgia 161 kasus, serta diabetes 112 kasus.
“Pemerintah Aceh terus berupaya memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal bagi masyarakat terdampak, termasuk dengan menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh sekaligus Koordinator Health Emergency Operational Center (HEOC) Ferdiyus dalam keterangannya.
Dinas Kesehatan Aceh Emergency Medical Team (EMT) terus mengintensifkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan akses layanan kesehatan tetap tersedia, termasuk di wilayah yang sempat terisolasi. Pelayanannya terus diperluas.
Dinas Kesehatan Aceh mengerahkan mobil klinik dan tim medis ke sejumlah daerah terdampak, seperti Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Utara.
"Pelayanan kesehatan dilakukan di beberapa titik posko dengan melibatkan dokter umum, dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta relawan lokal," ujarnya.
Ferdiyus menjelaskan pelayanan kesehatan difokuskan pada wilayah terdampak bencana, termasuk Kecamatan Karang Baru serta sejumlah desa di Kabupaten Aceh Utara, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Wilayah-wilayah tersebut sempat terisolasi sehingga pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan secara maksimal. Saat ini, akses pelayanan kesehatan sudah dapat menjangkau masyarakat di wilayah tersebut,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Aceh telah mengerahkan 319 tim relawan dengan total 3.465 personel yang tersebar di 12 kabupaten/kota terdampak bencana, yang terdiri dari 688 dokter umum dan dokter gigi, 252 dokter spesialis, 933 perawat dan bidan, 173 apoteker, 1.032 tenaga kesehatan lainnya, serta 387 relawan nontenaga kesehatan.
Selain pelayanan langsung di lapangan, Posko HEOC juga mencatat capaian pelayanan kesehatan masyarakat terdampak. Sebanyak 12.100 orang telah mendapatkan pelayanan kesehatan di posko-posko kesehatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




