ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BNPB Siapkan Tenda Peleton untuk Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 3 Januari 2026 | 05:00 WIB
AT
IC
Penulis: Andrew Tito | Editor: CAH
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 22 Desember 2025.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 22 Desember 2025. (Beritasatu.com/Chesa Andini Saputra)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda peleton sebagai sarana pendukung kegiatan belajar-mengajar di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fasilitas ini akan mulai digunakan seiring dimulainya pembelajaran pada 5 Januari 2026.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari menjelaskan tenda peleton pada dasarnya merupakan tenda pengungsian berkapasitas 30 hingga 50 orang. Untuk kebutuhan pendidikan, tenda tersebut dimodifikasi dengan membuka bagian penutup hingga atap agar dapat difungsikan sebagai ruang kelas sementara.

“Tenda peleton ini sudah standar sebagai tenda pengungsi. Sekarang akan kami sesuaikan menjadi ruang belajar darurat. Model seperti ini sebelumnya juga sudah diterapkan di Sumatera Barat sejak pekan kedua Desember 2025 saat ujian akhir semester,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, pendirian tenda difokuskan di sejumlah daerah dengan dampak bencana paling signifikan, khususnya di Provinsi Aceh. Beberapa lokasi yang telah disiapkan antara lain Pidie Jaya dengan lima tenda, Bener Meriah lima tenda, Gayo Luwes beberapa tenda, serta Bireuen dengan sejumlah tenda peleton.

“Penyediaan ini bersifat sebagai cadangan. Jika hingga awal pekan depan proses pembersihan sekolah belum rampung, maka tenda akan digunakan agar kegiatan belajar tetap berjalan,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan sebagian besar sekolah terdampak banjir dan longsor di Aceh dan wilayah Sumatera telah kembali beroperasi. Dari total 4.149 sekolah terdampak, sebanyak 3.508 sekolah atau sekitar 85% sudah dapat melaksanakan pembelajaran.

Namun demikian, terdapat 54 sekolah yang masih harus menggunakan tenda darurat karena mengalami kerusakan berat. Rinciannya, sekolah yang telah beroperasi kembali di Aceh mencapai 2.226 unit atau 81%, di Sumatera Barat 380 sekolah atau 86% serta di Sumatera Utara 902 sekolah atau 95%.

Mu’ti juga mengungkapkan tenda darurat sekolah yang didirikan tersebar di Aceh sebanyak 14 unit, Sumatera Barat 21 unit, dan Sumatera Utara 19 unit. Sementara itu, sekolah yang masih dalam tahap pembersihan tercatat 516 unit di Aceh, 42 di Sumatera Barat, dan 29 di Sumatera Utara, dengan total keseluruhan 587 sekolah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BNPB Bangun Tempat Ibadah Sementara untuk Korban Gempa M 6,7 di Sigi

BNPB Bangun Tempat Ibadah Sementara untuk Korban Gempa M 6,7 di Sigi

NUSANTARA
BNPB Segera Bangun Huntara untuk Korban Gempa Sigi

BNPB Segera Bangun Huntara untuk Korban Gempa Sigi

NUSANTARA
BNPB Ambil Alih Penanganan Darurat Gempa Palu Magnitudo 6,7

BNPB Ambil Alih Penanganan Darurat Gempa Palu Magnitudo 6,7

NUSANTARA
BMKG Juga Warning Potensi Tsunami untuk Maluku Utara

BMKG Juga Warning Potensi Tsunami untuk Maluku Utara

NUSANTARA
Rekonstruksi Sumatera Dikebut, DPR Gelar Rapat Khusus

Rekonstruksi Sumatera Dikebut, DPR Gelar Rapat Khusus

NASIONAL
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026

5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026

SUMATERA SELATAN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon