ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ramadan Tiba, Ibu-ibu di Padang Konsisten Lestarikan Budaya Malamang

Senin, 16 Februari 2026 | 19:01 WIB
DN
MA
Penulis: Delfi Neski | Editor: MA
Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah ibu-ibu di Padang, Sumatera Barat masih melestarikan tradisi malamang atau membuat lemang.
Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah ibu-ibu di Padang, Sumatera Barat masih melestarikan tradisi malamang atau membuat lemang. (Beritasatu.com/Delfi Neski)

Padang, Beritasatu.com – Menjelang bulan suci Ramadan, warga Sumatera Barat kembali melestarikan tradisi malamang atau membuat lemang, salah satu tradisi unik yang sudah berlangsung ratusan tahun dan diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi malamang biasanya dilakukan dua minggu sebelum Ramadan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Beberapa daerah yang masih aktif menjalankan tradisi ini antara lain Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Agam, dan sejumlah daerah lain di Sumatera Barat.

Antusiasme Warga Membuat Lemang

Salah satu tradisi malamang terlihat di kawasan Jati Rumah Gadang, Kota Padang. Puluhan ibu-ibu mengenakan pakaian adat Minangkabau tampak antusias membuat lemang untuk disantap bersama warga, sekaligus sebagai simbol kebersamaan menyambut Ramadan.

ADVERTISEMENT

Proses pembuatan lemang dilakukan dengan beras ketan putih dan santan yang dimasukkan ke dalam bambu, lalu dipanggang di atas tungku kayu bakar hingga matang. Aroma santan dan ketan yang terbakar perlahan menjadi ciri khas tersendiri dari tradisi ini.

Salah seorang Bundo Kanduang Jati Rumah Gadang, Anizar, mengatakan bahwa masyarakat di daerahnya sudah mulai melaksanakan malamang untuk menyambut bulan Ramadan.

"Iya, sudah menjadi tradisi turun-temurun," ujar Anizar, Senin (16/2/2026).

Ia menambahkan, lemang yang dimasak tidak hanya dinikmati bersama keluarga, tetapi juga dibagikan ke rumah saudara maupun mertua sebagai simbol mempererat hubungan kekeluargaan.

"Kalau ada tetangga yang tidak memasak lemang, nanti juga dibagi-bagi," ucapnya.

Proses Memasak dan Tantangan Generasi Muda

Pembuatan lemang membutuhkan waktu cukup lama. Memasak dengan api kecil biasanya memakan waktu sekitar lima jam agar matang merata, sementara api besar bisa selesai dalam tiga jam, namun bambu lebih cepat menghitam.

Menurut Anizar, tradisi malamang juga dilakukan saat peringatan Maulid Nabi, meski kini mulai ditinggalkan sebagian generasi muda yang lebih memilih makanan cepat saji.

"Saya selalu meminta dan mengajak anak-anak muda untuk mengembalikan tradisi malamang sebelum bulan puasa," katanya.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, warga Sumatera Barat berharap tradisi malamang tetap lestari sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jakarta Hujan, TPU Malaka Satu Tetap Ramai Peziarah Jelang Ramadan

Jakarta Hujan, TPU Malaka Satu Tetap Ramai Peziarah Jelang Ramadan

JAKARTA
Serunya Tradisi Cukur Massal dan Bersih Masjid Sambut Ramadan di Ngawi

Serunya Tradisi Cukur Massal dan Bersih Masjid Sambut Ramadan di Ngawi

JAWA TIMUR
Pesona Krueng Babahrot, Arena Nikmati Tradisi Rabu Habeh di Abdya

Pesona Krueng Babahrot, Arena Nikmati Tradisi Rabu Habeh di Abdya

NUSANTARA
Bajong Banyu Magelang, Perang Air Sambut Ramadan Penuh Makna

Bajong Banyu Magelang, Perang Air Sambut Ramadan Penuh Makna

JAWA TENGAH
Ribuan Umat Islam Ikut Pawai Obor Sambut Ramadan 2026 di Medan

Ribuan Umat Islam Ikut Pawai Obor Sambut Ramadan 2026 di Medan

SUMATERA UTARA
Warga Tidore Tahuna Gelar Pawai Obor Sambut Ramadan

Warga Tidore Tahuna Gelar Pawai Obor Sambut Ramadan

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT