Berburu Takjil di Datah Manuah, Cake dan Kopi Jadi Incaran Anak Muda
Jumat, 20 Februari 2026 | 15:15 WIB
Palangka Raya, Beritasatu.com — Suasana berburu takjil di pasar Ramadan Datah Manuah, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, selalu menghadirkan cerita tersendiri setiap bulan suci. Sejak hari pertama puasa, deretan lapak pedagang sudah memadati kawasan Pasar Mini Datah Manuah di Jalan Yos Sudarso.
Aroma kue basah yang manis bercampur dengan wangi kopi hangat menciptakan atmosfer khas Ramadan yang menggugah selera. Ribuan warga, mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, hingga pekerja kantoran, silih berganti mendatangi lokasi untuk mencari menu berbuka.
Pasar Ramadan Datah Manuah tak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli. Kawasan ini juga menjelma sebagai ruang berkumpul dan bersilaturahmi, sekaligus simbol semarak Ramadan di Kota Cantik Palangka Raya.
Di antara lapak kue tradisional dan gorengan, perhatian pengunjung banyak tertuju pada gerai yang menjual cake kekinian dan minuman kopi. Antrean panjang terlihat di beberapa lapak yang menawarkan brownies kukus, cheese cake, bolu pandan gula aren, hingga lava cake cokelat yang masih hangat.
Pilihan minuman pun tak kalah beragam. Kopi susu gula aren, matcha latte, hingga minuman berbasis espresso menjadi pelengkap favorit untuk berbuka puasa.
Rismaya, salah satu pengunjung, mengaku selalu menyempatkan diri membeli cake dan kopi saat datang ke pasar Ramadan. “Tadi beli cheese cake, kopi, dan taro latte. Sudah jadi favorit keluarga, harganya cukup terjangkau dan rasanya enak,” ujarnya.
Satria, penjual cake di Pasar Ramadan Datah Manuah, mengatakan konsep cake dan kopi sengaja dihadirkan untuk mengikuti selera anak muda.
“Kami sediakan berbagai jenis cake dan kopi. Konsepnya memang disesuaikan dengan selera anak muda, dan pada hari pertama puasa ini antusiasnya cukup ramai,” katanya.
Bagi generasi muda Palangka Raya, momen berbuka puasa kini bukan hanya soal makanan, tetapi juga pengalaman menikmati suasana pasar Ramadan yang estetik dan hangat.
Meski tren kekinian mendominasi, kue tradisional tetap memiliki tempat tersendiri. Lapak yang menjajakan kue bingka, aneka gorengan, serta es buah segar tetap ramai pembeli, terutama kalangan orang tua.
Keberagaman menu inilah yang membuat Pasar Ramadan Datah Manuah mampu merangkul semua generasi. Di balik keramaian tersebut, pasar ini juga membawa berkah bagi pelaku UMKM lokal dan menjadi ruang kreativitas bagi pegiat seni yang turut memeriahkan suasana Ramadan di Palangka Raya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
PSM Makassar vs Persis Solo, Tekanan Misi 3 Poin Kandang




