Tinjau Huntara Aceh, Prabowo Pastikan Korban Bencana Terlayani
Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto, meninjau hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3/2026), seusai melaksanakan rangkaian ibadah salat Idulfitri 1447 Hijriah.
Dipantau melalui siaran YouTube Sekretariat Kabinet dari Jakarta, Sabtu (21/3/2026), Presiden Prabowo tiba di lokasi huntara setelah melaksanakan halalbihalal dengan jemaah Masjid Darussalam dan warga sekitar.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kondisi pengungsian tetap layak bagi masyarakat terdampak bencana. Dalam kunjungan tersebut, presiden didampingi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, serta Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
Presiden Prabowo sempat memasuki salah satu unit huntara untuk melihat langsung fasilitas yang disediakan pemerintah. Ia juga berbincang dengan keluarga penghuni guna mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka secara langsung.
Terdapat momen menarik saat Presiden hendak meninggalkan lokasi. Ia terlihat bertumpu pada pundak Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, saat mengenakan sepatu di luar hunian.
Setelah itu, presiden kembali menyapa warga yang telah mengantre untuk bertemu secara langsung sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan dinas MV3 Garuda Limousine.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melaksanakan salat Idulfitri bersama sekitar 1.300 orang di Masjid Darussalam pada pukul 07.30 WIB.
Pembangunan huntara di Aceh Tamiang menjadi prioritas pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Hingga saat ini, telah dibangun sekitar 20 blok huntara yang terdiri dari 240 unit hunian di dua lokasi, termasuk Desa Bundar.
Pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan di 4 lokasi tambahan guna menampung lebih banyak warga terdampak bencana. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh pengungsi yang sebelumnya tinggal di tenda dapat segera menempati hunian yang lebih layak sebelum masa Lebaran berakhir.
Penentuan penghuni huntara dilakukan berdasarkan data pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan fokus pada percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap kondisi masyarakat terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




