Gunung Dukono Masih Erupsi, Jalur Pendakian Ditutup Total
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06 WIB
Tobelo, Beritasatu.com – Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara masih erupsi dengan menyemburkan kolom abu vulkanis setinggi 3.500 meter di atas puncak, Kamis (14/5/2026) pagi. Pemkab setempat sudah menutup total seluruh jalur pendakian Dukono.
Larangan pendakian dipasang di sejumlah titik lokasi jalur pendakian, termasuk di Desa Mamuya, Kecamatan Galela yang selama ini menjadi jalur utama menuju puncak Gunung Dukono.
Muhammad Sanda, warga Desa Mamuya mengatakan selama ini, banyak wisatawan sering mendaki Gunung Dukono melalui jalur Mamuya. Selama erupsi, warga sering mengingatkan wisatawan tidak mendaki terlebih dahulu.
"Warga sering mencegah wisatawan, tetapi mereka sering memaksakan jalan naik ke puncak," ujar Muhammad.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein mengatakan penutupan seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Dukono dilakukan mengingat aktivitas erupsi masih berlangsung dan telah menimbulkan korban jiwa, termasuk wisatawan asal Singapura.
Dinas Pariwisata Halmahera Utara telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan pendakian ke puncak Gunung Dukono sejak 17 April 2026.
"Kita berharap bagi pencinta pendakian gunung harus menaati larang yang disampaikan pemeritah. Sampai saat ini imbauan atas larangan pendakian yang dikeluarkan Dinas Pariwisata pada 17 April lalu belum dicabut. Salah satu poinnya, menutup kunjungan masyarakat ke Gunung Dukono secara permanen," kata Piet Hein.
Piet mengatakan terdapat tiga jalur pendakian menuju puncak Gunung Dukono dan seluruhnya telah dipasang rambu larangan pendakian. Warga desa juga ikut mengimbau wisatawan agar tidak melakukan pendakian.
"Jalur masuk itu ada di Desa Mamuya, Desa Ruko, dan Desa Kota Jaya. Ketiga desa itu sudah kita pasangan larangan masuk," ujarnya.
Sebelumnya, Gunung Dukono mengalami erupsi besar dengan menyemburkan abu vulkanis setinggi 10.000 meter di atas puncak atau 11.087 meter di atas permukaan laut, pada Jumat (8/5/2026). Sebanyak 20 pendaki terjebak di puncak gunung. Tiga orang meninggal dunia.
Ketiga korban meninggal dunia, yakni Engel Krishela Pradita (28) warga negara Indonesia (WNI). Dua lainnya turis asal Singapura, Heng Wen Qiang Timoty (30), dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




