Penjualan Toyota Avanza Mulai Disalip Brio, Ini Penyebabnya
Kamis, 4 Mei 2023 | 21:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Penjualan Toyota Avanza yang bertahun-tahun meraih predikat mobil terlaris di Indonesia saat ini mulai tergeser. Hal ini tergambar dari data wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo).
Pada 2022, justru Honda Brio (RS dan Satya) yang keluar sebagai pemenang. Brio mencatatkan penjualan sebanyak 61.025 unit, unggul tipis dari Toyota Avanza yang berada di posisi kedua dengan penjualan 60.624 unit. Pada Maret 2023, Honda Brio juga masih jadi yang teratas dengan penjualan 7.327 unit, disusul Toyota Avanza sebanyak 5.641 unit.
Disebut-sebut turunnya peringkat Avanza ini karena harga Avanza yang semakin mahal, serta penggunaan penggerak roda depan atau front wheel drive (FWD) untuk generasi terbaru yang dirilis tahun 2021. Padahal sejak diluncurkan, Avanza selalu menggunakan penggerak belakang atau rear wheel drive (RWD).
Pengamat Otomotif Fitra Eri berpendapat, penggunaan penggerak roda depan bukan menjadi faktor utama yang membuat penjualan Avanza mulai disalip Brio, tetapi lebih dipengaruhi oleh harga Avanza yang semakin mahal.
"Itu (penggunaan penggerak roda depan) bisa menjadi salah satu faktor, karena ada beberapa anggapan bahwa penggerak belakang itu bisa lebih tepat kalau di medan-medan rusak. Saya melihat ini lebih karena faktor harga," kata Fitra Eri kepada Beritasatu.com, Kamis (4/5/2023).
Fitra menyampaikan, Avanza saat ini tidak masuk dalam skema mobil murah atau low cost green car (LCGC) seperti halnya Brio, sehingga harga Avanza mengalami kenaikan yang cukup drastis.
"Honda Brio yang paling laris itu varian yang masuk ke skema LCGC, sehingga mendapatkan keringanan pajak dari pemerintah. Jadi secara harga, Honda Brio jauh lebih rendah dibandingkan Avanza," kata Fitra.
Untuk masyarakat yang mencari mobil 7-seater, Honda Brio memang tidak akan jadi pilihan. Tetapi Fitra melihat saat ini semakin banyak masyarakat yang memilih mobil-mobil kecil karena alasan lebih mudah diparkir, terutama oleh keluarga "kecil".
"Brio ini juga punya posisi yang menarik di LCGC, karena Brio itu produk dari Honda yang citranya membuat mobil lebih mahal dibandingkan mobil Jepang lainnya, jadi ada pengaruh gengsi merek di situ. Jadi itu kenapa Brio bisa laris, karena reputasi mereknya, dan di antara mobil LCGC yang lain juga memang yang paling fun to drive dan harganya terjangkau," kata Fitra.
Wakil Ketua Toyota Avanza Club Indoensia (TACI) chapter Tangerang, Fatur menambahkan, penjualan antara Avanza dan Brio sebetulnya tidak bisa dibandingkan, karena keduanya berada dalam segmen yang berbeda.
Terkait penggunaan penggerak roda depan pada generasi terbaru Avanza, Fatur mengakui memang ada sebagian masyarakat yang berpendapat ada lebih banyak kekurangannya dibandingkan penggerak belakang, terutama pada saat kondisi jalan menanjak. Tetapi hal itu menurutnya sangat bergantung pada kondisi jalan serta muatan kendaraan, dan juga kemampuan pengemudi.
"Jadi tergantung penggunannya juga, di perkotaan atau di wilayah yang medannya berat," kata Fatur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




