Ketahui Penyebab Ban Mobil Bisa Meledak yang Sebabkan Diogo Jota Tewas
Kamis, 3 Juli 2025 | 19:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kabar duka datang dari dunia sepak bola. Penyerang Liverpool asal Portugal, Diogo Jota, meninggal dunia bersama sang adik dalam kecelakaan mobil tragis di Spanyol, Kamis (3/7/2025) dini hari waktu setempat.
Menurut keterangan otoritas setempat, mobil Lamborghini yang ditumpangi Jota dan adiknya keluar jalur dan terbakar setelah diduga mengalami ban pecah saat mendahului kendaraan lain.
Ban mobil meledak merupakan kondisi berbahaya yang bisa menyebabkan kehilangan kendali hingga kecelakaan serius. Untuk menghindari risiko ban mobil meledak seperti yang dialami Diogo Jota , pengemudi wajib memahami berbagai faktor penyebab ban pecah serta cara pencegahannya.
Dilansir dari Chapelhilltire, berikut penyebab utama ban mobil meledak:

1. Tekanan Angin Terlalu Rendah
Ban yang kekurangan tekanan udara menjadi salah satu penyebab paling umum. Permukaan ban yang terlalu banyak menyentuh jalan menyebabkan panas dan gesekan berlebih, yang akhirnya melemahkan struktur ban hingga bisa meledak saat berkendara.
2. Tekanan Angin Terlalu Tinggi
Sebaliknya, ban yang terlalu keras akibat tekanan angin berlebih juga berisiko pecah. Ban menjadi kaku dan tidak mampu menyerap benturan dari lubang jalan atau benda keras, yang dapat memicu ledakan mendadak.
3. Ban Aus atau Kedaluwarsa
Ban yang sudah tua, retak, botak, atau benangnya terlihat sangat rentan meledak. Ban yang melewati masa pakai idealnya segera diganti sebelum menimbulkan risiko kecelakaan.
4. Kecepatan Tinggi dan Suhu Panas
Mengemudi dalam kecepatan tinggi saat cuaca panas meningkatkan suhu dalam ban. Panas ini bisa melunakkan karet dan melemahkan lapisan dalam ban, sehingga meningkatkan risiko meledak secara tiba-tiba.
5. Beban Kendaraan Berlebihan
Membawa muatan melebihi kapasitas membuat ban menanggung tekanan berlebih. Hal ini menyebabkan ban berubah bentuk, memanas, dan akhirnya pecah.
6. Bahaya di Jalan
Jalan berlubang, pecahan kaca, paku, atau logam tajam bisa langsung merusak ban. Apabila kerusakannya dalam, ban bisa meledak sewaktu-waktu, terutama saat melaju cepat.

7. Cacat Pabrik
Meski jarang terjadi, beberapa ban bisa mengalami cacat produksi yang tak terlihat secara kasat mata. Cacat ini bisa menyebabkan ban gagal berfungsi secara tiba-tiba.
8. Kurangnya Perawatan Ban
Jarang mengecek tekanan udara, tidak melakukan rotasi ban, atau mengabaikan tanda-tanda keausan dapat meningkatkan risiko ban meledak. Perawatan berkala sangat penting untuk keselamatan berkendara.
Cara Mencegah Ban Mobil Meledak
- Cek tekanan angin ban minimal sebulan sekali
- Hindari membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan
- Segera ganti ban yang sudah aus, retak, atau tua
- Berkendara dengan hati-hati di jalan berlubang dan kasar
- Kendalikan kecepatan, terutama saat cuaca panas
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




