ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

QuitGPT Makin Viral, OpenAI Ubah Kontrak dengan Militer AS

Rabu, 4 Maret 2026 | 09:02 WIB
TE
TE
Penulis: Tachta Citra Elfira | Editor: TCE
Ilustrasi ChatGPT.
Ilustrasi ChatGPT. (Unsplash/Jonathan Kemper)

Jakarta, Beritasatu.com - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Amerika Serikat (AS) memasuki babak baru yang penuh kontroversi.

Dalam hitungan hari, rivalitas antara raksasa teknologi OpenAI dan Anthropic memicu keputusan besar dari Pemerintah AS, reaksi keras publik, hingga lonjakan migrasi pengguna antarplatform.

Kontroversi bermula ketika Anthropic menolak memberikan akses tidak terbatas terhadap model AI-nya, Claude, kepada Pentagon. Penolakan tersebut berkaitan dengan prinsip garis merah perusahaan, yang mana teknologinya tidak boleh digunakan untuk pengawasan massal domestik maupun pengembangan senjata sepenuhnya otonom.

ADVERTISEMENT

Tak lama setelah penolakan itu, Presiden Donald Trump menyebut Anthropic sebagai risiko rantai pasokan dan memerintahkan lembaga federal menghentikan penggunaan teknologinya.

Beberapa jam kemudian, OpenAI justru menandatangani kesepakatan yang sebelumnya ditolak Anthropic. Perjanjian tersebut memungkinkan model AI OpenAI diterapkan pada jaringan militer rahasia Departemen Pertahanan AS.

Ironisnya, CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya sempat secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap sikap Anthropic sebelum akhirnya mencapai kesepakatan sendiri dengan Pentagon.

Altman Akui Kesepakatan yang Ceroboh

Disitat dari Make Use Of, pada Senin (2/3/2026), Sam Altman menyampaikan melalui platform X OpenAI telah menyepakati perubahan terhadap kontrak tersebut. Ia mengakui pengumuman awal dilakukan terlalu tergesa-gesa dan terlihat oportunistik dan ceroboh.

Beberapa poin amandemen yang ditambahkan dalam perjanjian antara OpenAI dan Pentagon, antara lain sistem AI tidak boleh secara sengaja digunakan untuk pengawasan domestik terhadap warga negara AS, penggunaan oleh badan intelijen seperti National Security Agency (NSA) tidak otomatis diizinkan, serta setiap penggunaan oleh badan intelijen memerlukan modifikasi kontrak terpisah.

Altman menyatakan situasinya sangat kompleks dan membutuhkan komunikasi yang lebih jelas. Ia menegaskan tujuan awal OpenAI adalah mengurangi eskalasi dan menghindari hasil yang jauh lebih buruk.

Namun, penting dicatat dalam klarifikasinya Altman tidak secara eksplisit membahas isu penggunaan AI dalam senjata sepenuhnya otonom, yang justru menjadi kekhawatiran utama publik dan Anthropic.

Publik Bereaksi dengan Gerakan QuitGPT dan Lonjakan Uninstall

Pengumuman kerja sama dengan Pentagon memicu gelombang protes digital. Sebuah gerakan bernama QuitGPT atau keluar dari GPT dengan cepat memperoleh momentum. Lebih dari 1,5 juta pengguna disebut berjanji membatalkan langganan dan beralih ke platform lain.

Menurut data Sensor Tower, tingkat uninstall ChatGPT di AS melonjak hingga 295% dalam beberapa hari. Rata-rata uninstall harian naik sekitar 200% dibanding tingkat normal.

Sementara, instalasi Claude di AS naik 37% pada Jumat (27/2/2026) dan 51% pada Sabtu berikutnya. Aplikasi Claude bahkan berhasil menduduki peringkat pertama di App Store Apple AS, menggeser ChatGPT untuk pertama kalinya.

Diketahui gerakan QuitGPT sebenarnya telah muncul sejak awal Februari 2026, sebelum kesepakatan Pentagon diumumkan. Pemicu lainnya termasuk dugaan donasi Presiden OpenAI Greg Brockman dan istrinya sebesar US$ 12,5 juta kepada kelompok pendukung pro-Trump, penggunaan alat penyaringan resume berbasis GPT-4 oleh ICE, serta ketidakpuasan sebagian pengguna terhadap kualitas GPT-5.

Anthropic Masuk Daftar Hitam Pemerintahan Trump

Setelah menolak membatalkan prinsip larangan penggunaan AI untuk senjata otonom, Anthropic masuk daftar hitam pemerintahan Trump. Pemerintah menyebut perusahaan tersebut berisiko terhadap rantai pasokan nasional.

Meski demikian, laporan CBS News menyebutkan model Claude tetap digunakan dalam konteks konflik AS–Israel dengan Iran hingga Selasa (3/3/2026). Pentagon menolak memberikan komentar resmi terkait hubungannya dengan Anthropic.

Bagaimana AI Digunakan oleh Militer?

Penggunaan AI dalam militer bukan hal baru. Teknologi ini digunakan untuk merampingkan logistik, memproses data dalam jumlah besar, mendukung analisis intelijen dan pengawasan, serta membantu pengambilan keputusan strategis.

AS, Ukraina, dan NATO diketahui menggunakan teknologi dari Palantir Technologies, perusahaan analitik data yang menyediakan sistem intelijen dan militer.

Kementerian Pertahanan Inggris bahkan menandatangani kontrak senilai £ 240 juta dengan Palantir. Salah satu platform andalannya adalah Maven, sistem berbasis AI yang mengintegrasikan data satelit dan laporan intelijen untuk membantu analisis militer.

Dikutip dari BBC, Louis Mosley, kepala operasi Palantir Inggris, menyebut sistem tersebut memungkinkan keputusan yang lebih cepat, lebih efisien, dan pada akhirnya lebih mematikan jika diperlukan.

Namun, risiko tetap ada. Model bahasa besar (LLM) dapat mengalami kesalahan atau halusinasi. Letnan Kolonel Amanda Gustave dari Satuan Tugas NATO Maven menegaskan manusia selalu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Ia menekankan AI tidak akan pernah membuat keputusan untuk kita.

Palantir tidak mendukung larangan total senjata otonom, tetapi menyatakan bahwa manusia harus tetap terlibat dalam sistem tersebut.

Di Tengah Kontroversi, Anthropic Luncurkan Mode Suara Claude Code

Sementara OpenAI menghadapi badai kritik, Anthropic justru meluncurkan inovasi baru. Perusahaan memperkenalkan mode suara untuk Claude Code, asisten pengodean AI bagi pengembang.

Insinyur Anthropic Thariq Shihipar mengumumkan fitur ini diluncurkan bertahap dan telah tersedia untuk sekitar 5% pengguna, dengan ekspansi lebih luas dalam beberapa minggu ke depan.

Mode suara memungkinkan pengembang mengaktifkan perintah dengan mengetik “/voice” lalu memberikan instruksi secara lisan, misalnya memfaktorkan ulang middleware otentikasi.

Belum diketahui batasan teknis fitur ini maupun apakah Anthropic bekerja sama dengan penyedia suara pihak ketiga seperti ElevenLabs, yang sebelumnya dilaporkan tengah dalam pembicaraan dengan perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Anthropic telah meluncurkan mode suara untuk chatbot Claude standar pada Mei 2025 lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Di Balik Kegagalan Gugatan Elon Musk, Sam Altman Tetap Kuasai OpenAI

Di Balik Kegagalan Gugatan Elon Musk, Sam Altman Tetap Kuasai OpenAI

OTOTEKNO
OpenAI Dituding Bagikan Data Pengguna ChatGPT Tanpa Persetujuan

OpenAI Dituding Bagikan Data Pengguna ChatGPT Tanpa Persetujuan

OTOTEKNO
OpenAI Tambah Fitur Darurat untuk Pengguna ChatGPT

OpenAI Tambah Fitur Darurat untuk Pengguna ChatGPT

OTOTEKNO
GPT-5.5 Instant Jadi Model Baru ChatGPT, Halusinasi Turun 52 Persen!

GPT-5.5 Instant Jadi Model Baru ChatGPT, Halusinasi Turun 52 Persen!

OTOTEKNO
OpenAI Dikabarkan Percepat Produksi Smartphone

OpenAI Dikabarkan Percepat Produksi Smartphone

OTOTEKNO
Pentagon Gandeng 7 Perusahaan AS Integrasikan AI ke Jaringan Rahasia

Pentagon Gandeng 7 Perusahaan AS Integrasikan AI ke Jaringan Rahasia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon