Royal Enfield Resmi Debut di Kompetisi Flat Track Dunia
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pabrikan otomotif legendaris Royal Enfield resmi memulai debutnya di seri kejuaraan dunia FIM Flat Track 2026. Dalam penampilan perdana yang bersejarah ini, Royal Enfield memperkenalkan mesin terbaru mereka, Sherpa FT Mk2, yang dikendarai oleh Gary Birtwistle, pendiri sekolah balap Dirt Craft sekaligus pemegang dua gelar juara nasional Inggris.
Debut Sherpa FT Mk2 ini berlangsung pada seri pembuka musim 2026 yang digelar di Roden, Belanda, pada Sabtu (9/5/2026). Keikutsertaan ini menandai langkah serius brand asal India tersebut dalam memperkuat eksistensinya di kancah balap tanah (dirt racing) tingkat internasional, menyusul predikat mereka sebagai merek otomotif terkuat ketiga di dunia menurut laporan Brand Finance 2026.
Meski tampil impresif di beberapa sesi awal, Gary Birtwistle menghadapi tantangan berat di babak final. Akibat kendala teknis yang memaksanya berhenti (retirement) pada salah satu heat terakhir, Birtwistle harus puas finis di posisi ke-20 secara keseluruhan pada seri pembuka ini.
“Namun, dengan kalender balap 2026 yang kini diperpanjang menjadi sepuluh seri, Birtwistle masih memiliki banyak peluang untuk mengejar poin,” tulis Visordown, Selasa (12/5/2026).
Secara spesifikasi, Sherpa FT Mk2 yang digunakan saat ini berbasis mesin silinder tunggal 450cc. Hal ini merupakan perubahan signifikan bagi Birtwistle, yang sebelumnya lebih dikenal sukses memacu motor Royal Enfield bermesin dua silinder 797 cc dengan rangka kustom dari Harris Performance di kejuaraan kelas ‘Twins’.
Keterlibatan Royal Enfield ini mendapat sambutan hangat dari pihak penyelenggara. Armando Castagna, Direktur Komisi Balap Trek FIM, menyatakan bahwa ini adalah masa-masa yang sangat menarik bagi kejuaraan dunia Flat Track seiring dengan meningkatnya minat dari produsen, pembalap, dan penggemar global.
"Keterlibatan produsen mapan dan sangat dihormati seperti Royal Enfield datang pada waktu yang sangat tepat dan menjadi konfirmasi lebih lanjut atas daya tarik balap Flat Track. Saya tidak sabar melihat bagaimana musim yang diperpanjang ini berlangsung dan mendoakan yang terbaik bagi semua pembalap serta tim," ungkap Castagna dalam pernyataan resminya.
Bagi Royal Enfield, ajang ini bukan sekadar balapan, melainkan laboratorium uji coba untuk pengembangan teknologi motor produksi massal mereka di masa depan. Fokus pada mesin 450 cc menunjukkan ambisi mereka untuk menguasai segmen motor kelas menengah yang kompetitif melalui performa yang telah teruji di lintasan balap ekstrem.
Setelah seri di Belanda, tim Royal Enfield akan mengevaluasi performa Sherpa FT Mk2 untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Dengan rekam jejak Birtwistle yang pernah berkompetisi di berbagai belahan Eropa hingga Amerika Serikat, kombinasi pengalaman pembalap dan inovasi mesin terbaru ini diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi kompetitor lain di sisa musim 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




