Android Kini Bisa Putus Otomatis Panggilan Telepon dari Penipu
Rabu, 13 Mei 2026 | 16:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Google mengumumkan serangkaian peningkatan keamanan baru untuk Android dalam ajang Android Show I/O Edition 2026. Pembaruan ini difokuskan untuk melindungi pengguna dari berbagai modus penipuan online, mulai dari panggilan palsu yang mengatasnamakan bank hingga aplikasi berbahaya pencuri kode OTP.
Melalui fitur-fitur baru tersebut, Android disebut akan jauh lebih pintar dalam memblokir penipuan dan malware secara otomatis tanpa perlu banyak pengaturan dari pengguna.
Dikutip dari Digital Trends, Rabu (13/5/2026), salah satu fitur utama yang diperkenalkan Google adalah verified financial calls atau verifikasi panggilan dari lembaga keuangan. Fitur ini memungkinkan Android otomatis memutus panggilan telepon palsu yang menyamar sebagai bank atau institusi keuangan resmi.
Modus pemalsuan nomor telepon atau phone spoofing selama ini menjadi salah satu trik paling sering digunakan penipu. Pelaku memakai sistem panggilan berbasis internet untuk memalsukan caller ID agar terlihat seperti nomor resmi bank.
Google menyebut kerugian akibat penipuan semacam ini mencapai sekitar US$ 950 juta per tahun secara global.
Dengan fitur baru ini, apabila pengguna memasang aplikasi bank yang mendukung dan sudah login di perangkat, Android akan memeriksa secara real time apakah panggilan tersebut benar-benar berasal dari bank terkait.
“Apabila aplikasi menyatakan panggilan itu bukan berasal dari bank, ponsel akan otomatis menutup telepon,” tulis Google.
Fitur ini akan mulai tersedia dalam beberapa minggu ke depan untuk perangkat Android 11 ke atas. Pada tahap awal, fitur ini mendukung aplikasi perbankan Revolut, Itaú, dan Nubank. Google memastikan lebih banyak bank akan menyusul pada akhir tahun ini.
Selain itu, Google juga memperluas kemampuan fitur live threat detection di Android. Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini mampu mendeteksi aplikasi mencurigakan yang diam-diam meneruskan SMS pengguna atau memanfaatkan izin aksesibilitas untuk menampilkan konten tersembunyi di layar.
Android juga akan memiliki sistem dynamic signal monitoring yang dapat memantau perilaku aplikasi secara real time, termasuk aplikasi yang mengubah atau menyembunyikan ikon sebelum berjalan di latar belakang, salah satu teknik umum malware untuk menghindari deteksi.
Google menyebut fitur pemantauan dinamis ini akan hadir di Android 17 pada sejumlah perangkat tertentu pada paruh kedua 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




