PSSI Kantongi 5 Kandidat Pelatih Timnas, Siapa Paling Pas?
Jumat, 21 November 2025 | 05:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kursi pelatih kepala Timnas Indonesia semakin hangat diperbincangkan. PSSI melalui Ketua Badan Tim Nasional Sumardji dan Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, memaparkan perkembangan terbaru terkait proses pencarian pelatih baru dalam jumpa pers di GBK Arena, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Yunus meminta publik bersabar karena PSSI kini telah mengantongi lima kandidat pengganti Patrick Kluivert yang gagal membawa tim Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
Sumardji menambahkan, kelima calon pelatih tersebut akan masuk tahap pendalaman lebih lanjut. Ia bersama Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, akan melakukan uji kelayakan terhadap para kandidat itu mulai minggu-minggu depan demi menemukan sosok yang paling tepat untuk menakhodai timnas.
Di media sosial, dua nama yang paling ramai diperbincangkan adalah Jesus Casas dan Ange Postecoglou. Keduanya tengah tidak terikat kontrak dengan klub ataupun tim nasional. Namun, selain dua nama tersebut, ada beberapa kandidat lain yang dinilai layak dipertimbangkan karena rekam jejak mereka di sepak bola Asia.
Nama mantan pelatih Tim Garuda seperti Shin Tae-yong (STY), telah dipastikan tidak masuk dalam daftar. Meski namanya “harum” di Indonesia, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa STY sudah menjadi bagian dari masa lalu.
Berikut profil singkat lima kandidat pelatih potensial versi Antara.
1. Ange Postecoglou
Ange Postecoglou dikenal luas setelah melatih Tottenham Hotspur selama dua musim. Namun, reputasinya di Asia lebih dahulu terbangun berkat kesuksesannya bersama berbagai klub dan tim nasional.
Postecoglou menjadi sosok dengan curriculum vitae (CV) paling mentereng di antara para kandidat. Ia mengakhiri paceklik gelar Tottenham dengan membawa Spurs menjuarai Liga Europa pada musim 2024/2025.
Pelatih asal Australia berdarah Yunani ini juga sukses meraih dua gelar Liga Skotlandia bersama Celtic (2021/2022 dan 2022/2023). Di Australia, ia menaklukkan liga domestik 4 kali bersama dua klub berbeda, Brisbane Roar dan South Melbourne.
Kesuksesannya di Asia terlihat saat membawa Yokohama F Marinos juara Liga Jepang 2018/2019. Pada level tim nasional, ia mengantar Australia menjadi juara Piala Asia 2015. Rekam jejaknya sempat ternodai setelah dipecat Nottingham Forest menyusul laga tanpa kemenangan di semua kompetisi.

2. Paulo Bento
Dari Portugal, muncul nama Paulo Bento, yang kini juga sedang tidak melatih klub atau negara mana pun. Pengalamannya di Asia mencakup empat tahun bersama Korea Selatan dan dua tahun bersama Uni Emirat Arab (UEA).
Selama menangani Korea Selatan, Bento mempersembahkan 35 kemenangan, 13 imbang, dan sembilan kekalahan dari 57 laga. Ia mengantarkan Taeguk Warriors tampil di Piala Dunia 2022 Qatar dan lolos hingga babak 16 besar sebelum dikalahkan Brasil 1-4.
Kariernya berlanjut ke UEA, dengan catatan 14 kemenangan, 5 imbang, dan 7 kekalahan. Namun, kontraknya tidak dilanjutkan setelah hanya meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir.
3. Jesus Casas
Jesus Casas menjadi salah satu kandidat yang paling banyak disebut. Pelatih asal Spanyol ini cukup akrab dengan sepak bola Asia setelah melatih timnas Irak hampir tiga tahun, sejak November 2022 hingga Maret 2025.
Dari 33 laga bersama Irak, Casas mencatatkan 20 kemenangan, 4 imbang, dan 9 kekalahan, dengan torehan 75 gol dan kebobolan 51 gol. Ia mempersembahkan satu trofi bagi Irak, yakni Piala Teluk 2022/2023.
Casas memiliki pengalaman panjang di Eropa. Ia pernah menjadi asisten pelatih timnas Spanyol bersama Luis Enrique (31 laga), Roberto Moreno (10 laga), dan Luis de la Fuente (1 laga). Ia juga menjadi Match Analyst FC Barcelona saat klub itu meraih sembilan trofi, termasuk treble winner 2014/2015.
4. Juan Antonio Pizzi
Lahir di Santa Fe, Argentina, namun berpaspor Spanyol, Juan Antonio Pizzi adalah sosok yang berpengalaman di kancah sepak bola Asia. Ia pernah menangani empat tim di kawasan ini, termasuk timnas Arab Saudi di Piala Dunia 2018 Rusia. Namun, Arab Saudi terhenti di fase grup, meski sempat menang melawan Mesir.
Pencapaian terbesar Pizzi di level tim nasional adalah saat memimpin Cile menjuarai Copa America 2016. Kala itu, Cile menaklukkan Argentina melalui adu penalti 4-2. Lionel Messi menjadi salah satu eksekutor Argentina yang gagal, dan kekalahan itu sempat membuat Messi mengumumkan pensiun dari tim nasional.
5. Felix Sanchez
Felix Sanchez menjadi salah satu kandidat yang juga patut dipertimbangkan. Pelatih asal Spanyol ini merupakan sosok yang membawa Qatar menjalani debut di Piala Dunia 2022 ketika menjadi tuan rumah.
Meski gagal tampil optimal di Piala Dunia, Sanchez tetap dikenang karena membawa Qatar juara Piala Asia 2019. Qatar meraih rekor sempurna: tujuh kemenangan dari tujuh laga, dengan nirbobol hingga semifinal.
Sanchez juga membina tim-tim usia muda Qatar sejak 2013, mulai dari U-19 hingga tim senior. Setelah meninggalkan tim nasional, ia menukangi Al Sadd dan membawa klub itu menjuarai Liga Qatar musim 2024/2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




