John Herdman: Usia 17 Tahun Sudah Jadi Pelatih hingga Garuda Baru
Selasa, 20 Januari 2026 | 14:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Pelatih sepak bola Timnas Indonesia, John Herdman, membeberkan perjalanan panjang karier kepelatihannya yang telah dimulai sejak usia remaja.
Ia menegaskan, keberhasilannya saat ini bukan lahir dari pengalaman sebagai pemain profesional, melainkan hasil kerja keras, disiplin, dan dedikasi tinggi selama bertahun-tahun di dunia kepelatihan.
Dalam wawancara eksklusif yang ditayangkan di kanal YouTube Timnas Indonesia pada Senin (20/1/2026), Herdman mengungkapkan, langkah pertamanya sebagai pelatih telah dimulai sejak usia 17 tahun. Setahun kemudian, ia memperoleh kualifikasi kepelatihan pertamanya, sebelum akhirnya meraih lisensi UEFA pada usia 20 tahun.
John Herdman mengaku memiliki karakter yang sangat totalitas ketika berkomitmen pada sesuatu. Menurutnya, sifat tersebut menjadi kekuatan, tetapi juga tantangan dalam perjalanan kariernya.
“Saya mulai melatih pada usia 17 tahun, mendapatkan kualifikasi pertama pada usia 18 tahun, dan lisensi UEFA pada usia 20 tahun. Saya memiliki kepribadian yang obsesif ketika berkomitmen pada sesuatu, saya ingin melakukannya secara total,” ujar Herdman.
John Herdman menambahkan, semangat dan dedikasinya telah membawanya melintasi berbagai negara, mulai dari Inggris, Selandia Baru, Kanada, hingga kini Indonesia. Setiap perjalanan tersebut memperkaya pengalamannya dalam memahami budaya sepak bola yang berbeda-beda.
Karier internasional Herdman dimulai bersama timnas putri Selandia Baru, yang berhasil ia bawa tampil di Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011, serta Olimpiade Beijing 2008. Keberhasilan tersebut membuka jalan baginya untuk menangani timnas putri Kanada.
Bersama Kanada, Herdman meraih prestasi gemilang dengan membawa tim meraih medali perunggu Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016, serta medali emas Pan American Games 2011. Ia juga memimpin Kanada saat menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2015.
Pada 2018, Herdman dipercaya menangani timnas putra Kanada yang diperkuat generasi Alphonso Davies dan Jonathan David. Di bawah arahannya, Kanada berhasil lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian 36 tahun sejak terakhir tampil di turnamen tersebut pada 1986 di Meksiko.
Kini, Herdman memulai tantangan baru bersama Timnas Indonesia. Ia menilai bahwa sepak bola Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang ke level yang lebih tinggi, termasuk tampil di Piala Dunia.

“Saya merasa Indonesia sangat menarik. Negara ini siap untuk naik ke level berikutnya, dan saya berharap bisa membantu proses itu. Ini adalah Garuda yang baru,” tegasnya.
Selain membahas perjalanan kariernya, Herdman juga menyebut Sir Bobby Robson sebagai inspirasi terbesar dalam dunia sepak bola, setelah sang kakek yang merupakan mantan tentara dan petinju profesional.
Ia mengagumi kepemimpinan, karakter, dan kerendahan hati Robson, terutama saat menukangi Newcastle United dan timnas Inggris. Herdman menilai bahwa Robson adalah sosok yang tetap membumi meskipun telah mencapai puncak karier.
Di bawah arahan Robson, Newcastle United mencatat salah satu musim terbaik mereka dengan finis di posisi ketiga Liga Inggris pada 2002/2003. Robson juga memiliki rekam jejak gemilang bersama klub-klub Eropa seperti Ipswich Town, PSV Eindhoven, FC Porto, dan Barcelona, serta membawa timnas Inggris finis keempat di Piala Dunia 1990.
Sebagai pelatih Timnas Indonesia, Herdman membawa visi besar untuk menembus Piala Dunia 2030, edisi 1 abad turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Ia resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 3 Januari 2026 dan tiba di Indonesia pada 10 Januari sebelum diperkenalkan kepada publik tiga hari kemudian.
Langkah pertamanya adalah mendengarkan langsung cerita para pemain, termasuk Jay Idzes dan rekan-rekannya, terkait kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Herdman menegaskan, ia ingin memahami pengalaman mereka sebelum menyusun strategi jangka panjang.
“Ada 280 juta orang Indonesia yang berhak berada di level tertinggi sepak bola dunia. Saya merasakan tanggung jawab itu, dan saya siap memikulnya,” tutup Herdman dikutip dari Antara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




