ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

10 Kartu Merah Paling Absurd dalam Sejarah Liga Inggris

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:30 WIB
AM
MF
Penulis: Aura Ramadhani Marsono | Editor: MF
Ilustrasi kartu merah.
Ilustrasi kartu merah. (X/Twitter/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pertandingan Manchester City melawan Liverpool pada Minggu (8/2/2026) memunculkan momen kontroversial yang langsung jadi sorotan.

Sebuah kartu merah kontroversial mengubah alur pertandingan, memaksa tim yang unggul menyesuaikan strategi, dan memicu perdebatan hangat di media sosial. Gol tambahan yang sempat tercipta dianulir VAR, dan tim harus menghadapi tekanan psikologis besar.

Momen ini menegaskan bahwa satu keputusan wasit dapat mengubah momentum, hasil, dan jalannya pertandingan. Sejarah Liga Inggris pun penuh dengan kartu merah absurd yang meninggalkan cerita tak terlupakan bagi para penggemar.

ADVERTISEMENT

Kartu Merah Paling Absurd dalam Sejarah Liga Inggris

Laporan Premier League Now mencatat berbagai insiden yang konyol, dramatis, atau sulit dipercaya, tetapi tetap sah dan berdampak besar bagi tim. Berikut deretan kartu merah paling absurd yang pernah tercatat di Liga Inggris:

1. Keith Gillespie (0 detik - Sheffield United vs Reading, 2007)

Keith Gillespie menjadi salah satu pemain dengan kartu merah tercepat dalam sejarah Liga Inggris ketika diusir sebelum pertandingan resmi dimulai. Ia melakukan tekel keras terhadap Stephen Hunt saat baru masuk sebagai pemain pengganti.

Sheffield United harus menyesuaikan strategi sejak menit pertama karena kehilangan pemain inti. Pertandingan itu akhirnya berakhir 1-3 untuk Reading, dan insiden ini masih sering dikutip sebagai contoh kartu merah paling absurd pada awal laga.

2. Dave Kitson (37 detik - Reading vs Manchester United, 2007)

Hanya beberapa detik setelah kick-off, Dave Kitson diusir karena tekel keras terhadap Patrice Evra. Reading bermain dengan sepuluh pemain sepanjang pertandingan dan akhirnya kalah 2–0.

Kejadian ini menunjukkan bagaimana satu kesalahan awal dapat langsung memengaruhi momentum dan hasil pertandingan.

3. Steven Gerrard (38 detik - Liverpool vs Manchester United, 2015)

Steven Gerrard menerima kartu merah hanya 38 detik setelah masuk lapangan akibat pelanggaran terhadap lawan di Anfield.

Liverpool harus menahan serangan Manchester United dengan sepuluh pemain sejak awal laga, yang membuat strategi lini tengah dan tekanan ofensif mereka terganggu. Laga itu berakhir imbang 1-1, tetapi insiden Gerrard tetap menjadi bahan diskusi panjang para penggemar dan analis.

4. Kieran Gibbs (Salah identitas - Arsenal vs Chelsea, 2014)

Dalam laga Arsenal kontra Chelsea, Kieran Gibbs menerima kartu merah karena wasit salah mengidentifikasi pelanggaran handball yang sebenarnya dilakukan oleh Alex Oxlade-Chamberlain.

Arsenal harus menyesuaikan strategi pertahanan di babak kedua dan akhirnya kalah 0-2. Kasus ini menjadi bukti bahwa kesalahan administratif wasit juga dapat menghasilkan kartu merah absurd yang berdampak signifikan pada tim.

5. Cesc Fàbregas (Bola menyentuh kepala lawan - Chelsea vs West Brom, 2015)

Cesc Fàbregas menendang bola hingga mengenai kepala Chris Brunt dalam sebuah insiden yang tampak sepele. Wasit memberi kartu merah langsung, memaksa Chelsea bermain dengan sepuluh orang.

Chelsea harus mengubah strategi lini tengah dan bertahan dengan formasi lebih defensif, sementara West Brom memanfaatkan situasi untuk menekan, meskipun laga berakhir 1-1.

6. Lee Bowyer dan Kieron Dyer (Adu fisik sesama tim - Newcastle United, 2005)

Lee Bowyer dan Kieron Dyer terlibat perkelahian fisik di tengah pertandingan melawan Aston Villa. Kedua pemain langsung diusir dan Newcastle harus menata ulang formasi serta menghadapi tekanan mental yang tinggi.

Newcastle akhirnya kalah 1-2 karena kehilangan dua pemain inti dalam waktu yang sama. Insiden ini tetap menjadi salah satu kartu merah paling dramatis dan absurd dalam sejarah Liga Inggris.

7. Ricardo Fuller (Memukul rekan sendiri - Stoke City, 2008)

Ricardo Fuller memukul kapten tim Andy Griffin setelah pertukaran kata di lapangan dalam laga melawan West Ham. Stoke City harus bermain dengan sepuluh orang dan akhirnya kalah 2-1.

Tindakan yang tidak biasa ini menekankan bahwa konflik internal pun dapat menghasilkan kartu merah.

8. Youssouf Mulumbu (Melempar bola ke lawan - West Brom vs West Ham, 2013)

Youssouf Mulumbu melempar bola ke arah pemain lawan Gary O’Neil setelah terjadi diskusi sengit di kotak penalti. Wasit memberikan kartu merah langsung.

West Brom harus menyesuaikan strategi defensif dan menghadapi tekanan lawan sepanjang pertandingan, yang akhirnya berakhir 2-2.

9. Alexandre Jankewitz (Kartu merah super cepat - Southampton vs Manchester United, 2021)

Alexandre Jankewitz menerima kartu merah satu menit 10 detik setelah kick-off karena tekel tinggi terhadap Scott McTominay.

Southampton harus bertahan dengan sepuluh pemain selama lebih dari 88 menit dan akhirnya kalah 0-3. Insiden ini menjadi contoh bahwa kartu merah bisa datang dari kesalahan awal yang memengaruhi seluruh jalannya pertandingan.

10. Idrissa Gueye (Memukul rekan sendiri - Everton vs Manchester United, 2025)

Idrissa Gueye memukul rekan setim Michael Keane setelah kesalahan defensif dalam laga Liga Inggris 2025.

Everton tetap menang 1-0, tetapi insiden ini menegaskan bahwa pengusiran pemain bisa terjadi akibat konflik internal, bukan hanya pelanggaran terhadap lawan.

Kartu merah absurd tidak hanya memengaruhi jalannya satu pertandingan. Situasi ini menuntut pelatih menyesuaikan strategi ofensif dan defensif secara cepat, membuat pemain lain menutup kekosongan posisi, serta memengaruhi momentum tim dalam hitungan menit.

Dalam beberapa kasus, pengusiran pemain bahkan bisa mengubah hasil akhir laga, terutama di pertandingan ketat seperti Manchester City vs Liverpool.

Bagi penggemar, momen-momen ini menjadi cerita unik dan dramatis yang terus dikenang, sekaligus memberikan pelajaran tentang disiplin, kontrol emosi, dan pemahaman aturan di lapangan.

Di level media dan analis, kartu merah absurd memperkaya narasi Liga Inggris, menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal skill dan taktik, tetapi juga drama spontan yang membuat setiap pertandingan terasa tak terduga, penuh ketegangan, dan menarik untuk diikuti.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Era Iraola Dimulai, Liverpool Tikung Newcastle Tebus Victor Munoz

Era Iraola Dimulai, Liverpool Tikung Newcastle Tebus Victor Munoz

SPORT
Dipertahankan Ipswich Town, Baggott Jadi Tampil pada Premier League?

Dipertahankan Ipswich Town, Baggott Jadi Tampil pada Premier League?

SPORT
Lahir di Pengungsian, Irankunda Kini Cetak Sejarah pada Piala Dunia

Lahir di Pengungsian, Irankunda Kini Cetak Sejarah pada Piala Dunia

SPORT
Mourinho Bergerak, Real Madrid Makin Dekat Dapat Bernardo Silva

Mourinho Bergerak, Real Madrid Makin Dekat Dapat Bernardo Silva

SPORT
Sancho Tinggalkan Man United, Bissouma Berpisah dengan Tottenham

Sancho Tinggalkan Man United, Bissouma Berpisah dengan Tottenham

SPORT
Man United Cuci Gudang! Sancho, Casemiro, dan Malacia Resmi Pergi

Man United Cuci Gudang! Sancho, Casemiro, dan Malacia Resmi Pergi

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon