ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Terisolir, Warga Tapanuli Tengah Risau Tak Bisa Hubungi Keluarga

Sabtu, 6 Desember 2025 | 14:18 WIB
Z
RA
Penulis: Zhulfakar | Editor: RP
Roma, warga Desa Naga Timbul, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah masih terisolir pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera, termasuk Sumatera Utara.
Roma, warga Desa Naga Timbul, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah masih terisolir pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera, termasuk Sumatera Utara. (Beritasatu.com/Daffa Sidhqi)

Tapanuli, Beritasatu.com - Warga Desa Naga Timbul, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah masih terisolir akibat putusnya akses jalan setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor menghantam wilayah Tapanuli Tengah dan sekitarnya. Kondisi pemadaman listrik total dan hilangnya jaringan komunikasi membuat warga semakin tertekan, terutama mereka yang memiliki anggota keluarga di perantauan.

Roma Malau, salah satu warga Desa Naga Timbul mengaku sangat gelisah karena tak bisa berkomunikasi dengan anaknya yang tengah berkuliah di luar daerah.

“Saya punya delapan anak, Pak. Ada yang masih kuliah. Tetapi, kami tak bisa menghubungi mereka karena lampu belum menyala, sinyal pun tak ada,” ujar Roma dengan suara bergetar saat ditemui Beritasatu.com di Desa Parsingkaman, Kecamatan Adiankoting Tapanuli Utara, Sabtu (6/12/2025).

ADVERTISEMENT

Roma menceritakan, listrik di desanya padam total sejak banjir terjadi. Warga tak hanya kehilangan sumber penerangan, tetapi juga terputus dari informasi dan tak tahu kondisi keluarga mereka di luar daerah. Situasi ini membuat banyak ibu merasa cemas, terlebih melihat kondisi desa yang masih tertutup material lumpur dan air yang masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Warga Desa Naga Timbul, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih terisolir. - (Beritasatu.com/Daffa Shidqi)
Warga Desa Naga Timbul, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih terisolir. - (Beritasatu.com/Daffa Shidqi)

Gimana lah kami begini, Pak. Lampu tak ada, rumah pun kemasukan air. Kami ingin tahu kabar anak-anak kami,” tuturnya.

Selain memikirkan keluarganya, Roma juga harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan harian. Ia bersama sejumlah warga lain terpaksa berjalan kaki hingga tiga jam menuju Desa Parsingkaman, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara demi mencari bantuan.

“Tiga jam kami berjalan ke sini. Katanya ada bantuan, jadi kami datang. Di kampung kami tak ada yang bisa kami beli, tak ada juga yang bisa kami jual,” tandas Roma. 

Warga berharap pemerintah segera bergerak cepat memulihkan akses jalan, listrik, dan jaringan komunikasi di desa mereka. Sampai akses dan jaringan dipulihkan, warga Nagatimbul hanya bisa bertahan dengan bantuan seadanya dan berharap kabar baik dari keluarga yang tak bisa mereka hubungi sejak bencana terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pembukaan akses jalan dari Tarutung menuju Sibolga masih dilakukan oleh tim gabungan TNI, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Namun, kondisi medan yang berat dan tingginya genangan air membuat proses pengerjaan sulit.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon