ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

200 dari 807 Madrasah di Lebak Rusak, Bantuan Rehabilitasi Terbatas

Selasa, 12 Agustus 2025 | 16:47 WIB
B
IC
Penulis: Budiman | Editor: CAH
Kondisi Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta Mathla'ul Anwar Hayatul Jadidah yang terletak di Kampung Cimerak, Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten rusak parah, Kamis 12 Agustus 2025.
Kondisi Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta Mathla'ul Anwar Hayatul Jadidah yang terletak di Kampung Cimerak, Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten rusak parah, Kamis 12 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Budiman)

Lebak, Beritasatu.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, Banten, mencatat ada 200 madrasah yang tersebar di berbagai wilayah mengalami kerusakan sedang hingga berat. Angka ini berasal dari 807 madrasah aktif mulai dari raudhatul athfal (RA), madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), hingga madrasah aliyah (MA).

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak Slamet mengatakan mayoritas madrasah yang rusak adalah lembaga swasta, sementara hanya 10 madrasah negeri yang tercatat dan kondisinya relatif baik.

"Dari jumlah itu, kebanyakan merupakan lembaga swasta. Untuk yang negeri, kami jamin kondisinya baik," kata Slamet, kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/8/2025).

ADVERTISEMENT

Slamet menuturkan, meski banyak madrasah mengajukan bantuan, kewenangan penyalurannya ada di pemerintah pusat. 

"Kemenag Lebak hanya menghimpun data melalui sistem education management enformation system (EMIS). Bantuan pun terbatas. Pada 2024, hanya 45 madrasah yang menerima bantuan rehabilitasi gedung," ujarnya.

"Bantuan dilakukan secara bergilir karena pemohon cukup banyak. Tahun ini saja, ada 18 lembaga baru yang mendapat izin operasional," sambungnya.

Ia juga mengingatkan, pihak yang membangun madrasah seharusnya memiliki kesiapan finansial agar fasilitas yang disediakan nyaman bagi siswa. 

"Menurut aturan, madrasah baru tidak bisa menerima bantuan selama dua tahun pertama," katanya.

Saat ini menurut dia, pengajuan bantuan dilakukan melalui EMIS, di mana pihak madrasah meng-input kondisi riil gedung. Dari data tersebut, pemerintah akan menentukan madrasah yang paling mendesak untuk dibantu.

"Nanti pemerintah memutuskan, madrasah mana yang paling urgent untuk mendapatkan bantuan. Jadi tidak semuanya," tutupnya.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon