Warga Badui Diimbau Sementara Tidak Berjualan Madu ke Jakarta
Minggu, 23 November 2025 | 10:10 WIB
Lebak, Beritasatu.com — Pemerintah Desa Kanekes mengimbau masyarakat Badui untuk sementara waktu tidak berdagang madu ke Jakarta, menyusul insiden pembegalan yang menimpa warga Badui Dalam, Repan (16), pada akhir Oktober lalu.
“Kami meminta pada warga untuk sementara berjualan madu di sekitar wilayah Banten saja,” ujar Sekretaris Desa Kanekes, Medi, di Rangkasbitung, dilansir dari Antara, Minggu (23/11/2025).
Medi menjelaskan, sebagai langkah pencegahan, pemerintah desa bersama tokoh adat akan menyarankan pedagang Badui yang tetap ingin berdagang ke luar daerah agar berangkat secara rombongan. Selain itu, aktivitas perjalanan malam hingga dini hari dilarang karena dinilai memiliki risiko kejahatan yang lebih tinggi.
“Kami berharap kasus yang menimpa Repan tidak terjadi lagi pada warga Badui yang berjualan madu,” kata Medi menambahkan.
Repan, korban pembegalan di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2025), kini telah kembali ke Kampung Cikeusik, wilayah Badui Dalam. Pihak adat meminta aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut hingga pelaku ditangkap.
“Kami berharap kasus kejahatan ini tidak terulang lagi,” tegas Medi.
Di sisi lain, Santa (55), salah satu pedagang madu Badui, mengonfirmasi adanya imbauan sementara untuk tidak berdagang ke Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




