Penumpang Commuter Line Merak Melonjak Menjelang Lebaran
Rabu, 18 Maret 2026 | 00:05 WIB
Rangkasbitung, Banten – Lonjakan penumpang Commuter Line Merak–Rangkasbitung terjadi menjelang Lebaran 2026. Peningkatan volume ini dipicu arus mudik Lebaran yang mulai terlihat sejak pertengahan Ramadan.
Data KAI Commuter mencatat, total pengguna Commuter Line Merak–Rangkasbitung selama periode Ramadan mencapai 252.501 orang. Tren kenaikan juga terjadi pada rute Rangkasbitung–Tanah Abang dalam beberapa hari terakhir.
Jumlah penumpang tercatat 10.304 orang dan terus meningkat menjadi 10.638 pada Jumat (13/3/2026). Angka tersebut naik lagi menjadi 11.128 pada Sabtu (14/3/2026) dan mencapai 12.473 penumpang pada Minggu (15/3/2026).
Sementara itu, hingga Senin (16/3/2026) pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang mencapai 5.779 orang.
Lonjakan serupa juga terjadi pada Commuter Line Merak. Jumlah pengguna meningkat dari 3.953 penumpang pada Kamis (12/3/2026) menjadi 5.909 penumpang, Minggu (15/3/2026) dan Senin (16/3/2026) tercatat 2.989 penumpang.
Berdasarkan pantauan di Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (17/3/2026), arus pemudik dari wilayah Jabodetabek terus berdatangan. Kepadatan terlihat di area gate tiket otomatis serta ruang tunggu keberangkatan menuju Merak.
Para penumpang membawa berbagai barang bawaan, mulai dari koper hingga kardus berukuran besar. Mayoritas merupakan pekerja asal Lebak, Pandeglang, dan Serang yang pulang ke kampung halaman.
Sebagian pemudik juga melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Merak.
Salah satu pemudik asal Kabupaten Serang, Azzail Lestari (34), mengaku memilih kereta karena lebih praktis dan ekonomis.
"Kereta cukup ramai, padat tapi masih bisa teratasi," ujarnya.
Ia menambahkan, faktor kedekatan stasiun dan biaya yang lebih murah menjadi alasan utama menggunakan kereta dibandingkan moda transportasi lain.
"Saya pilih kereta karena lebih dekat dari rumah dan lebih murah dibandingkan bus," katanya.
Sementara itu, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyebut, rata-rata volume transit di Stasiun Tanah Abang mencapai 136.000 orang per hari selama Ramadan.
"Commuter Line merupakan simpul utama transportasi perkotaan Jabodetabek karena memiliki akses yang efisien, terhubung, dan dekat dengan berbagai pusat aktivitas harian," katanya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, stasiun yang terintegrasi dengan moda lain seperti LRT Jabodebek, MRT, dan Transjakarta juga mengalami peningkatan volume penumpang selama Ramadan.
Memasuki masa angkutan Lebaran, KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek serta 70 perjalanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta.
"Khusus layanan Commuter Line Merak, pada periode 13 hingga 20 Maret 2026, perjalanan hanya sampai Stasiun Cilegon," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




