Warga Demak Menerjang Banjir Datangi TPS Ikuti Pemilu Susulan
Sabtu, 24 Februari 2024 | 09:48 WIB
Demak, Beritasatu.com - Sebanyak 10 desa pada 114 TPS di Kabupaten Demak, Jawa Tengah sejak Sabtu (24/2/2024) mulai menggelar pemilu susulan. Meski harus menerjang banjir selutut orang dewasa, warga tetap antusias berdatangan untuk menyalurkan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS).
Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Wonorejo, Arif Supriyanto mengatakan halaman dan akses TPS yang kemarin masih tergenang banjir saat ini sudah berangsur surut seusai dikerahkan 7 pompa dari relawan.
"Warga mulai berdatangan menggunakan hak suaranya. Alhamdulillah kemarin dapat bantuan 7 pompa langsung dikerahkan untuk kurang genangan di TPS," kata Arif Supriyanto, Sabtu (24/2/2024).
TPS yang belum teraliri listrik tersebut dibantu dua genset berkapasitas kecil. PPS sudah mengusulkan untuk penambahan genset dengan kapasitas besar untuk membantu KPPS yang bertugas hingga malam.
"Tadi konfirmasi PLN mau ditambah 1 genset yang mungkin kapasitasnya sampai 11.000 watt," tandasnya.
Meski dalam kondisi masih dikepung banjir, pasangan suami istri Alan dan Ema mengaku senang bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2024 sama dengan warga lain meski dengan pelaksanaan susulan. Dia menceritakan hingga lebih dari 2 pekan masih bertahan di pengungsian karena rumahnya terendam banjir hingga selutut.
"Walaupun terlambat tetapi masih bisa menyalurkan hak suaranya untuk kemajuan bangsa juga kan," jelasnya.
Seperti diketahui, sebanyak 24 desa pada 114 TPS dengan 27.669 DPT menyalurkan hak pilihnya dalam pelaksanaan pemungutan/penghitungan suara susulan (PSS). PSS dilakukan karena banjir yang meredam sejumlah wilayah di Demak karena jebolnya tanggul Sungai Wulan sejak Kamis (8/2/2024) pelan lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




