Strategi Atasi Macet di Jakarta, Pramono Anung: Jalan Utama Bayar
Kamis, 29 Mei 2025 | 18:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung sudah merancang untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Pramono Anung akan menaikkan tarif parkir serta jalan utama wajib berbayar.
"Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, maka saya sudah siapkan jangka panjangnya, yaitu tarif parkir tentu akan kami naikkan. Kemudian, semua jalur utama di Jakarta akan diterapkan electronic road pricing (ERP) seperti di luar negeri," ujar Pramono Anung dikutip dari podcast Close The Door milik Deddy Corbuzier, Kamis (29/5/2025).
Pramono Anung menegaskan, tentu sebelum menerapkan aturan yang kuat demi mengatasi kemacetan di Jakarta tentu dirinya harus mempersiapkan semua sektor sehingga bisa memudahkan masyarakat beraktivitas.
"Sebelum saya terapkan itu semua, maka saya memulai dengan membuka semua pintu atau jalur-jalur baru untuk transportasi umum masyarakat," lanjutnya.
"Saya mulai membuka semua pintu atau jalur-jalur baru, misalkan dari Blok M ke PIK, Blok M ke Alam Sutera," ungkapnya.
Menurutnya, sejak dibuka jalur baru ke semua wilayah yang ada di Jakarta maka terjadi perubahan yang baik terkait penggunaan transportasi umum.
"Saya buka dari jalur dari Blok M ke PIK yang memiliki panjang 72,8 kilometer, dan ternyata jalur itu mempunyai kepadatan yang sangat tinggi. Jalur itu memiliki puluhan titik, di mana 13 titik di Banten dan 11 titik di Jakarta," tuturnya.
"Saya baru tahu, kunjungan orang luar ke PIK sampai akhir April 2025 itu sebesar 1,4 juta orang. Kemudian, saya buka Blok M ke Alam Sutera dan itu per hari nilai average 4.500 orang," jelasnya.
Bahkan demi mengurangi kemacetan di Jakarta, membuat Pramono Anung tidak bertoleransi dengan semua pengembang yang memiliki akses dengan Jakarta.
"Semua saya sambungkan, tidak boleh ada semua wilayah yang menutup aksesnya. Maka untuk mengatasi kemacetan, saya harus memaksanya. Apabila ada pengembang yang tidak mau membukanya, maka gampang saja. Saya akan tutup aksesnya," paparnya.
Demi menyukseskan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, Pramono Anung memulai langkah awal dengan menerapkan kebijakan kepada aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta yang mewajibkan setiap Rabu harus menggunakan transportasi umum.
Selain menerapkan penggunaan transportasi umum, Pramono Anung juga menutup semua akses parkir yang memiliki jarak terdekat di setiap perkantoran ASN di Jakarta.
"Saya beri contoh, sejak diterapkan hari Rabu ASN naik transportasi umum maka terjadi lonjakan besar-besaran yaitu di angka 120.000 orang. ASN di Jakarta hanya 60.000, 120 ribu itu termasuk keluarganya. Tingkat kepatuhan di atas 90%," ulasnya.
"Semua kantung-kantung parkir di tempat terdekat ASN bekerja saya tidak kasih buka. Saya tutup parkir buat mereka kecuali ada ASN hamil itu diperbolehkan. Apabila ada yang melanggar, coba saja. Saya saja kemana-mana naik transportasi umum," tutup Gubernur Jakarta Pramono Anung yang mengenai strategi mengatasi kemacetan di Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




