Angkat Tradisi Betawi, Wagub Rano Karno Buka Cilandak Berbudaya
Sabtu, 19 Juli 2025 | 12:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Suasana pagi di Lapangan Pamentas, Lebak Bulus, Sabtu (19/7/2025), terasa berbeda dari biasanya. Lantunan musik tradisional dan semangat warga yang memadati area acara menyambut Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, yang hadir membuka Cilandak Berbudaya, salah satu agenda dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Kota Jakarta.
Sejak kedatangan, Rano Karno langsung disambut dengan tradisi Palang Pintu Betawi, sebuah simbol kehormatan dan penghargaan dalam budaya lokal. Kemeriahan semakin terasa ketika rangkaian tarian tradisional dipentaskan sebagai pembuka acara.
Tak hanya pertunjukan seni, puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) turut memeriahkan acara, menghadirkan produk lokal dari masyarakat sekitar. Kehadiran UMKM ini menunjukkan sinergi antara budaya dan pemberdayaan ekonomi warga.
Budaya Tak Boleh Ketinggalan Zaman
Dalam sambutannya, Rano Karno menyampaikan apresiasi atas semangat warga dan penyelenggara dalam menghidupkan kembali budaya di tengah masyarakat urban.
"Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat. Minimal untuk ajang silaturahmi kita, mempererat ukuah kita, dan juga menambah kecintaan kita kepada wilayah Jakarta yang kita cintai ini," ujarnya dengan hangat.
Tak hanya memberi sambutan formal, sang Wagub yang juga dikenal sebagai tokoh budaya Betawi menyelipkan kutipan ikonik dari lagu Si Doel Anak Sekolahan, serial yang turut melambungkan namanya sekaligus memperkenalkan budaya Betawi ke seluruh Indonesia.
"Kan ada lagunya Si Doel, anak Betawi ketinggalan zaman, katenye. Kalau kita enggak bikin acara seperti ini tiap tahun, kita akan ketinggalan zaman," ucapnya, disambut tawa dan tepuk tangan warga.
Harapan Agar Jadi Agenda Tahunan
Sesai pembukaan, kepada wartawan, Rano Karno menyatakan harapannya agar Cilandak Berbudaya tak hanya digelar sesekali, tetapi bisa menjadi agenda rutin tahunan. Ia menginginkan perayaan HUT Jakarta tidak hanya terpusat di pusat kota, tetapi juga dirasakan oleh seluruh wilayah hingga tingkat kecamatan.
"Saya bilang tadi kepada Pak Kadis, Pak Wali, insyaallah tiap tahun ini kita bikin acara seperti ini. Agar apa ya, perayaan itu lebih terasa ada di wilayah," tutur Rano Karno.
Melalui acara seperti ini, semangat menjaga dan merayakan budaya lokal kembali hidup, menyatukan warga dari berbagai latar belakang untuk menghargai warisan Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




