Kontras: 3 Demonstran Hilang Ternyata Ditahan Polisi, 5 Masih Raib
Senin, 8 September 2025 | 16:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Teka-teki keberadaan tiga demonstran yang dilaporkan hilang seusai aksi ricuh akhir Agustus 2025 mulai terkuak. Komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (Kontras) memastikan ketiganya ternyata ditahan aparat kepolisian.
Sebanyak dua orang diketahui berada di Polres Metro Jakarta Timur, sedangkan satu lainnya ditahan di Polres Metro Jakarta Utara. Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya menyebut, salah satu dari tiga demonstran ditemukan dengan kondisi tubuh penuh luka lebam.
“Kami menduga korban mengalami penyiksaan saat berada dalam tahanan,” ujarnya seperti dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Senin (8/9/2025).
Dimas juga mengungkapkan, salah satu demonstran ditangkap secara tidak lazim. Korban sempat dibawa paksa dari rumahnya oleh orang tak dikenal sebelum akhirnya muncul di Polres Jakarta Timur.
Kontras mencatat ada 10 orang demonstran hilang seusai kerusuhan demo. Dari jumlah itu, lima sudah ditemukan, termasuk tiga yang baru terungkap.
Namun, lima orang lainnya hingga kini masih raib tanpa jejak. Merke adalah Fujian Esa Gumilar (terakhir terlihat di Cikole, Bandung), Eko Purnomo (terakhir terlihat di Jakarta Pusat), Muhammad Farhan Hamid, (terakhir terlihat di Jakarta Pusat), Reno Syahputrodewo (terakhir terlihat di Jakarta Pusat), dan Bima Permana Putra (terakhir terlihat di Jakarta Barat).
Kontras menyebut kasus ini termasuk kategori penghilangan paksa jangka pendek (short term enforced disappearances), sebuah praktik pelanggaran HAM serius yang berulang kali terjadi saat situasi politik memanas.
Dimas menegaskan, pihaknya membuka posko aduan bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga saat demonstrasi. Laporan bisa dikirimkan ke posko atau hotline di 0896-3522-5998. “Kami mendorong masyarakat untuk tidak diam. Setiap informasi sekecil apa pun sangat penting,” ujarnya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberi penjelasan resmi terkait alasan penahanan maupun kondisi kesehatan ketiga demonstran. Publik menanti transparansi lebih lanjut, mengingat isu penghilangan paksa dan dugaan kekerasan aparat terus menjadi sorotan dalam peristiwa demonstrasi besar di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




