ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Korban Insiden SDN Kalibaru 01 Ditangani Optimal, BGN Siapkan Pemulihan Trauma

Kamis, 11 Desember 2025 | 21:58 WIB
GN
GV
Penulis: Gesa Vitara Puspa Nur | Editor: GV
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh korban insiden tabrakan di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, mendapatkan penanganan medis terbaik.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh korban insiden tabrakan di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, mendapatkan penanganan medis terbaik. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh korban insiden tabrakan di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, mendapatkan penanganan medis terbaik.

"Alhamdulillah semua korban telah mendapatkan perawatan terbaik, yang dirawat di RS Koja maupun di RS Cilincing akan ditempatkan di ruangan perawatan terbaik. Kepada pihak orang tua telah dilakukan pendekatan secara baik dengan empati," ujar Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Dari sisi penanganan perkara, lanjut Sony, sepenuhnya berada di bawah kewenangan Ditlantas Polda Metro Jaya. BGN pun siap mendukung proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk meniadakan kegiatan belajar lantaran sebagian siswa masih mengalami trauma. 

"Pihak sekolah telah berkomunikasi dengan orang tua siswa dan hari ini, tidak ada kegiatan belajar mengajar karena para siswa masih trauma," ungkap Sony.

Sebagai langkah pemulihan, BGN juga akan melaksanakan trauma healing bagi para siswa yang terdampak secara psikologis akibat kejadian tersebut.

Evaluasi Penunjukan Sopir Pengganti

Selain penanganan insiden, lanjut Sony, BGN juga tengah melakukan kajian menyeluruh terkait mekanisme operasional kendaraan milik mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digunakan untuk distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek berjalan aman dan sesuai standar, termasuk prosedur pergantian pengemudi apabila pengemudi utama berhalangan.

"Kedeputian Sistakol BGN agar mengkaji bagaimana mekanisme penunjukan pengemudi pengganti, ketika pengemudi utama tidak ada. Pelajaran berharga bagi kita semua bahwa dalam situasi kontijensi kita semua harus bergerak cepat dan koordinatif," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon