KBM SDN 01 Kalibaru Kembali Digelar Pascainsiden Mobil MBG
Senin, 15 Desember 2025 | 11:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - SDN 01 Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, kembali menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka pada Senin (15/12/2025) pagi, setelah sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh pascainsiden kecelakaan mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) yang menabrak guru dan siswa di lingkungan sekolah.
Pantauan Beritasatu.com di lokasi menunjukkan, sejak pagi hari sejumlah siswa mulai berdatangan ke sekolah dengan diantar oleh orang tua masing-masing. Suasana sekolah tampak lebih tertib dan tenang, meski pengamanan diperketat menyusul insiden kecelakaan yang sempat menimbulkan trauma bagi warga sekolah.
Beberapa guru terlihat berjaga di depan gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan murid yang kembali mengikuti pembelajaran tatap muka. Kehadiran guru di area depan sekolah juga bertujuan memberikan rasa aman dan memastikan proses masuk sekolah berjalan lancar.
Meski KBM kembali berjalan, sejumlah orang tua memilih untuk menunggu anak-anak mereka di depan sekolah. Mereka mengaku masih merasa khawatir dengan kondisi psikologis anak pascakejadian tersebut.
Salah seorang orang tua murid, Ani mengatakan, pembelajaran tatap muka dimulai bersamaan dengan kegiatan pemulihan trauma bagi siswa.
“Pembelajaran tatap muka sudah dimulai hari ini, sekaligus ada kegiatan trauma healing sampai jam 10.00 WIB,” ujar Ani, orang tua murid SDN 01 Kalibaru.
Namun, tidak seluruh siswa mengikuti proses belajar mengajar di sekolah pada hari pertama pembukaan kembali KBM. Sebagian murid masih belum masuk sekolah karena mengalami trauma akibat insiden kecelakaan yang terjadi beberapa hari lalu.
Pihak sekolah memberikan kelonggaran bagi siswa yang belum siap kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.
Diketahui sebelumnya, sebuah mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) mengalami kecelakaan dengan menabrak pagar sekolah dan masuk ke area SDN 01 Kalibaru saat kegiatan apel tengah berlangsung. Insiden tersebut menyebabkan 22 orang, yang terdiri dari siswa dan guru, menjadi korban dan harus mendapatkan penanganan medis.
Pascainsiden, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan orang tua murid, Dinas Pendidikan, serta instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah. Selain pemulihan fisik, perhatian utama juga diberikan pada kondisi psikologis siswa, mengingat kejadian berlangsung di lingkungan sekolah saat aktivitas belajar sedang berlangsung.
Pihak sekolah menyatakan akan terus memantau perkembangan siswa secara bertahap. Kegiatan trauma healing dijadwalkan berlangsung secara berkelanjutan agar para siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan nyaman dan optimal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




