ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Setahun Pramono-Rano: Budaya Betawi Makin Kuat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 07:19 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjadi narasumber dalam acara Talk Show dengan tema “Membangun Jakarta Dari Bawah” yang diselenggarakan di Taman Ayodya, Jakarta Selatan, Jumat 20 Februari 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjadi narasumber dalam acara Talk Show dengan tema “Membangun Jakarta Dari Bawah” yang diselenggarakan di Taman Ayodya, Jakarta Selatan, Jumat 20 Februari 2026. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) menilai 1 tahun kepemimpinan Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno membawa perubahan signifikan. Salah satunya penguatan identitas budaya Betawi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

Ketua Umum Bamus Betawi, Riano P Ahmad, menyebut penguatan budaya tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk pengakuan Betawi merupakan identitas utama Jakarta. “Ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk pengakuan Betawi adalah identitas utama Jakarta,” ujar Riano, Jumat (20/2/2026).

Menurut Riano, kepemimpinan Pramono-Rano terlihat dari semakin kentalnya nuansa Betawi dalam berbagai agenda resmi di Balai Kota. Penggunaan seragam adat ujung serong saat pelantikan pejabat, hingga penyajian kuliner khas Betawi, seperti bir pletok dalam kegiatan pemerintahan, dinilai sebagai simbol nyata keberpihakan terhadap budaya lokal.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, langkah tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberi ruang kepada masyarakat Betawi untuk menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.

Penguatan budaya ini juga dinilai selaras dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang menegaskan kebudayaan Betawi sebagai budaya utama daerah.

Tak hanya bersifat simbolik, Bamus Betawi juga menyoroti sejumlah rencana strategis Pemprov Jakarta, di antaranya pembangunan patung pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin dalam skala besar. 

Selain itu, terdapat rencana pembangunan gapura berciri Betawi sebagai penanda pintu masuk kota, hingga kewajiban penggunaan ornamen Betawi di gedung-gedung pemerintahan.

Riano berharap berbagai program tersebut dapat direalisasikan secara konsisten dan berkelanjutan, tidak berhenti pada wacana semata. Ia juga menilai penguatan kurikulum pendidikan lingkungan dan budaya Jakarta (PLBJ) di sekolah menjadi langkah strategis agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya Betawi.

“Penguatan identitas budaya harus menyentuh generasi Z dan Alpha. Di situlah masa depan Betawi ditentukan,” tegasnya.

Sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta, Riano memastikan pihaknya akan terus mengawal kebijakan yang mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat Betawi, seiring perubahan status Jakarta sebagai daerah khusus.

Menurutnya, kepedulian pemerintah terhadap budaya Betawi, dari hal kecil hingga kebijakan besar, merupakan langkah yang layak mendapat apresiasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon