Pramono Sebut Budaya Betawi Fondasi Transformasi Jakarta Masa Depan
Selasa, 3 Maret 2026 | 03:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kebudayaan Betawi tetap menjadi fondasi utama dalam transformasi Jakarta sebagai kota global. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri silaturahmi dan berbuka puasa bersama Majelis Kaum Betawi (MKB) di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Menurut Pramono, penguatan identitas Betawi harus diwujudkan secara konkret dalam kebijakan serta aktivitas pemerintahan. Ia memastikan nuansa budaya Betawi hadir dalam berbagai kegiatan resmi di Balai Kota Jakarta.
“Di Balai Kota, seluruh kegiatan resmi, termasuk pelantikan, menggunakan busana adat Betawi. Ini bentuk penghormatan dan penguatan identitas Jakarta,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis mengangkat budaya Betawi, Pramono mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Ketua Umum Bamus Betawi, Fauzi Bowo, terkait rencana revitalisasi Museum Mohammad Hoesni Thamrin.
Revitalisasi museum yang berlokasi di Senen, Jakarta Pusat, itu telah diputuskan dengan anggaran sebesar Rp 15 miliar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menargetkan museum tersebut menjadi pusat edukasi sejarah Betawi yang representatif dan menarik, khususnya bagi pelajar.
"Saya sudah memutuskan untuk Museum Hoesni Thamrin akan kita revitalisasi. Biayanya Rp 15 miliar. Saya ingin museum ini menjadi destinasi unggulan Jakarta, terutama bagi para pelajar, selain Monas, Ancol, dan Taman Mini," katanya.
Selain revitalisasi museum, Pramono memaparkan sejumlah program untuk memperkuat tradisi dan nilai budaya Betawi. Di antaranya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) secara berjenjang dari tingkat RT/RW hingga provinsi.
Pemprov Jakarta juga akan menggelar Haul Ulama Betawi dalam rangkaian HUT Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas). Tak hanya itu, pihak pemprov akan menata pertunjukan ondel-ondel agar tidak lagi tampil di pinggir jalan, melainkan di panggung resmi dan representatif.
Pramono menilai silaturahmi di Masjid Jami Tangkuban Perahu menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Betawi.
“Betawi sebagai akar budayanya. Maka peran Majelis Kaum Betawi sangat strategis dalam menjaga warisan nilai seiring transformasi Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada fondasi budaya dan moral yang kokoh,” ucapnya.
Ia berharap Majelis Kaum Betawi terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga moralitas sosial serta membina generasi muda agar tetap berakar pada nilai-nilai Betawi.
“Sebagai gubernur, harapan, keinginan, doa saya, semoga Majelis Kaum Betawi ini menjadi satu budaya yang rukun guyub dan berperan yang signifikan bagi kemajuan kaum Betawi. Berulang kali saya mengatakan, saya sampaikan juga kepada tokoh-tokoh Betawi, saya ingin tradisi Betawi ini bisa dipanggungkan ke panggung-panggung dunia,” ujar Pramono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




