ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemprov Jakarta dan Danantara Teken MoU Percepatan Sampah Jadi Listrik

Senin, 4 Mei 2026 | 18:30 WIB
BI
MK
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: MBK
Truk sampah Jakarta.
Truk sampah Jakarta. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi Jakarta (Pemprov Jakarta) bersama Danantara Indonesia menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengungkapkan kondisi persampahan di Jakarta telah memasuki tahap darurat dan memerlukan penanganan cepat, terkoordinasi, serta terintegrasi.

“Darurat sampah Jakarta telah menjadi perhatian banyak pihak. Ini memerlukan penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi,” ujar Zulkifli Hasan dalam acara penandatanganan di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan persoalan sampah di Jakarta juga mendapat perhatian langsung dari Presiden. Dalam beberapa pekan terakhir, isu tersebut menjadi bahan komunikasi intensif, terutama terkait kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan catatannya, timbunan sampah di Jakarta saat ini mencapai lebih dari 9.000 ton per hari. Sekitar 87% pengelolaannya masih bergantung pada metode open dumping, seperti yang terjadi di kawasan TPST Bantar Gebang, yang kapasitasnya telah terlampaui.

Sebagai upaya percepatan penanganan, pemerintah mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mendorong penggunaan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Kebijakan ini diharapkan mampu mengubah beban sampah menjadi sumber energi alternatif bagi masyarakat.

Sejalan dengan regulasi tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengusulkan dua lokasi pembangunan fasilitas PSEL, yakni di kawasan Bantar Gebang dan Tanjung Kamal Muara.

Penandatanganan MoU antara Pemprov Jakarta dan Danantara menjadi sinyal keseriusan pemerintah daerah dan pusat dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya di Jakarta.

“Kesepakatan ini menunjukkan komitmen nyata dalam percepatan pembangunan PSEL di Jakarta,” pungkas Zulkifli Hasan.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jakarta Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot, serta perwakilan Danantara Indonesia.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bima Arya Minta Pemda Siapkan Sampah Kering untuk Operasional PSEL

Bima Arya Minta Pemda Siapkan Sampah Kering untuk Operasional PSEL

NUSANTARA
5 PSEL Dibangun Juni 2026, 7.000 Ton Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik

5 PSEL Dibangun Juni 2026, 7.000 Ton Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik

EKONOMI
Danantara Prioritaskan Teknologi Teruji untuk PSEL

Danantara Prioritaskan Teknologi Teruji untuk PSEL

EKONOMI
Olah Sampah Jadi Listrik, Kota Serang Siap Garap PSEL Rp 3 Triliun

Olah Sampah Jadi Listrik, Kota Serang Siap Garap PSEL Rp 3 Triliun

BANTEN
Pertegas Komitmen Lingkungan, Pemkot Semarang Tanda Tangani PKS Pengolahan Sampah Menjadi Listrik

Pertegas Komitmen Lingkungan, Pemkot Semarang Tanda Tangani PKS Pengolahan Sampah Menjadi Listrik

JAWA TENGAH
Digarap China, PSEL Galuga Bogor Mulai Dibangun 2026

Digarap China, PSEL Galuga Bogor Mulai Dibangun 2026

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon