Digarap China, PSEL Galuga Bogor Mulai Dibangun 2026
Minggu, 15 Maret 2026 | 08:00 WIB
Cibinong, Beritasatu.com – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga mulai dilakukan pada 2026 setelah proses lelang proyek selesai. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengolah sampah menjadi energi listrik sekaligus mengurangi timbunan sampah di wilayah Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pemenang proyek pengolahan sampah menjadi listrik itu telah ditetapkan setelah melalui proses lelang yang diikuti puluhan perusahaan internasional.
“Setelah shalat Isya kemarin kami diinformasikan bahwa pemenang PSEL untuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Kabupaten Bogor sudah siap dan seluruh tahapan prosesnya telah selesai,” ujar Rudy di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/3/2026), dikutip dari Antara.
Menurut Rudy, proses lelang proyek tersebut diikuti oleh 24 perusahaan dari berbagai negara. Mayoritas peserta berasal dari China. Ia merinci, sebanyak 21 perusahaan peserta lelang berasal dari China, dua perusahaan dari Jepang, dan satu perusahaan dari Eropa.
“Dari 24 yang mengikuti lelang, 21 berasal dari China, dua dari Jepang dan satu dari Eropa, dan dimenangkan oleh salah satu perusahaan dari China,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan PSEL di TPA Galuga dapat dimulai pada 2026 dengan target penyelesaian paling cepat pada Desember 2027. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Rudy menjelaskan keberadaan fasilitas pengolahan sampah modern itu diharapkan mampu mengolah timbunan sampah lama di TPA Galuga menjadi energi listrik dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
“Targetnya lima sampai sepuluh tahun ke depan maksimal sepuluh tahun sampah lama di TPA Galuga bisa diproses untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik,” ujarnya.
Ia menambahkan pembangunan PSEL di Galuga diharapkan membawa perubahan besar bagi wilayah Bogor Barat, khususnya Kecamatan Cibungbulang dan sekitarnya, melalui sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
Menurut Rudy, Kabupaten Bogor menjadi salah satu dari empat lokasi di Indonesia yang dipilih pemerintah pusat untuk pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Empat lokasi tersebut berada di Bogor Raya, Bekasi di kawasan Bantar Gebang, Bali, dan Batam.
“Dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia, pemerintah membangun di empat lokasi, yaitu Bogor Raya, Bekasi di Bantar Gebang, Bali dan Batam,” kata Rudy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




