5 PSEL Dibangun Juni 2026, 7.000 Ton Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Rabu, 22 April 2026 | 19:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah akan memulai pembangunan lima proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) pada Juni 2026. Proyek ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 7.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan bahwa proyek tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kota Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya.
Menurutnya, proyek di Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, dan Denpasar Raya merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Sementara itu, proyek di Bandung Raya mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018.
"Target kapasitas input sampah dapat mencapai lebih dari 1.000 ton per hari per lokasi," ujar Qodari dalam konferensi pers di gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Ia memerinci, PSEL Denpasar Raya dirancang mampu mengelola 1.200 ton sampah per hari untuk melayani Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. PSEL Kota Bekasi ditargetkan mengolah 1.400 ton per hari, sedangkan PSEL Bogor Raya memiliki kapasitas 1.500 ton per hari.
Selanjutnya, PSEL Yogyakarta Raya diproyeksikan mampu mengelola 1.000 ton sampah per hari untuk wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Proyek ini telah memasuki tahap lelang sejak awal April 2026.
Adapun PSEL Bandung Raya menjadi proyek dengan kapasitas terbesar, yakni antara 1.853 hingga 2.131 ton sampah per hari, yang akan melayani enam wilayah, termasuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.
Selain itu, proyek serupa di Kota Palembang saat ini telah mencapai progres konstruksi sekitar 74% dan ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Qodari menambahkan, pembangunan ini merupakan bagian dari target nasional pengembangan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota hingga 2029.
Jika seluruh proyek terealisasi, kapasitas pengolahan sampah menjadi energi dapat mencapai 33.000 ton per hari, atau sekitar 23% dari total timbulan sampah nasional.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan sampah nasional yang saat ini mencapai 141.296 ton per hari, tetapi juga mendukung transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT).
"Ini menegaskan komitmen pemerintah melalui PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus langkah menuju pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular," pungkas Qodari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




