ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Danantara Prioritaskan Teknologi Teruji untuk PSEL

Selasa, 14 April 2026 | 14:24 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ketua Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Ketua Danantara Rosan Perkasa Roeslani. (Beritasatu.com/Agnes Valentina Christa)

Jakarta, Beritasatu.com – Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani akan memprioritaskan penggunaan teknologi yang telah terbukti dalam pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Rosan mengatakan pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai teknologi, namun akan mengutamakan solusi yang sudah teruji dan banyak digunakan di berbagai negara.

“Kami terbuka terhadap teknologi lain, tetapi yang menjadi prioritas adalah teknologi yang sudah terbukti berjalan baik di banyak negara,” ujarnya dilansir dari Antara, Selasa (14/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Rosan bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan terdapat 20 wilayah aglomerasi di 47 kabupaten/kota yang menjadi prioritas investasi PSEL.

Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, meminta agar wilayah dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari diprioritaskan dalam pengembangan proyek tersebut.

Sebanyak 20 wilayah aglomerasi tersebut telah memenuhi persyaratan tahap pertama dan memperoleh surat keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Sementara itu, kota dengan timbulan sampah 500 hingga 1.000 ton per hari belum masuk kriteria utama sesuai Peraturan Presiden yang menetapkan batas minimal timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari untuk proyek PSEL.

Berdasarkan evaluasi tim gabungan, terdapat tujuh wilayah aglomerasi di 26 kabupaten/kota yang memiliki timbulan sampah pada kisaran tersebut.

Rosan menekankan bahwa selain teknologi yang tepat, aspek penerimaan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam implementasi proyek. “Yang terpenting pekerjaan ini bisa dilakukan dengan baik, cepat, dan diterima masyarakat, terutama di lingkungan lokasi pengelolaan sampah,” jelasnya.

Ia menambahkan sumber teknologi dapat berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, Belanda, China, hingga pengembangan dalam negeri. “Peralatannya bisa berasal dari berbagai negara, termasuk juga dari dalam negeri,” pungkas Rosan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemprov Jakarta dan Danantara Teken MoU Percepatan Sampah Jadi Listrik

Pemprov Jakarta dan Danantara Teken MoU Percepatan Sampah Jadi Listrik

JAKARTA
Bima Arya Minta Pemda Siapkan Sampah Kering untuk Operasional PSEL

Bima Arya Minta Pemda Siapkan Sampah Kering untuk Operasional PSEL

NUSANTARA
5 PSEL Dibangun Juni 2026, 7.000 Ton Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik

5 PSEL Dibangun Juni 2026, 7.000 Ton Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik

EKONOMI
Olah Sampah Jadi Listrik, Kota Serang Siap Garap PSEL Rp 3 Triliun

Olah Sampah Jadi Listrik, Kota Serang Siap Garap PSEL Rp 3 Triliun

BANTEN
Pertegas Komitmen Lingkungan, Pemkot Semarang Tanda Tangani PKS Pengolahan Sampah Menjadi Listrik

Pertegas Komitmen Lingkungan, Pemkot Semarang Tanda Tangani PKS Pengolahan Sampah Menjadi Listrik

JAWA TENGAH
Digarap China, PSEL Galuga Bogor Mulai Dibangun 2026

Digarap China, PSEL Galuga Bogor Mulai Dibangun 2026

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon