ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Usai Lock Up Dibuka, GOTO Diproyeksi Terbang Saat Window Dressing

Kamis, 1 Desember 2022 | 15:46 WIB
M
WP
Penulis: Muawwan | Editor: WBP
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Dok.)

Jakarta, Beritasatu.com – Harga saham emiten teknologi, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada hari pertama pembukaan masa penguncian saham (lock up) tergerus 6,62% atau mengalami auto rejection bawah (ARB) menuju Rp 141 per saham. Namun tunggu dulu, saham GOTO diprediksi bakal menguat ke level Rp 270-288 saat memasuki masa-masa window dressing jelang akhir tahun.

Analis PT Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan mencermati fase downtrend yang dialami emiten-emiten teknologi di AS seperti Meta, Amazon, Alphabet telah memberikan dampak kepada saham emiten teknologi di Indonesia. Salah satunya GOTO yang secara kebetulan kini memasuki masa berakhirnya lock up. "Jadi, walaupun hari pertama pembukaan lock up harga saham GOTO turun hampir 7%, tetapi ketika sudah masuk masa-masa window dressing atau di pekan ketiga Desember, sahamnya akan naik," ucap Steven kepada Investor Daily, Kamis (1/12/2022).

Pertimbangannya, beberapa fund manager seperti manajer investasi reksa dana memegang saham GOTO. Belum lagi, investor strategis seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII) juga berkomitmen mempertahankan porsi kepemilikan mereka di GOTO.

Karena itu, sudah semestinya harga saham emiten yang bergerak di industri ride-hailing dan e0commerce ini mengalami penguatan ditopang target para stakeholder yang menghendaki saham GOTO terbang.

ADVERTISEMENT

Jangan lupa faktor pertemuan bank sentral the Fed Desember ini yang diperkirakan hanya menaikkan Fed Fund Rate atau suku bunga acuan sebesar 50 bps atau tidak seagresif kenaikan sebelumnya yang mencapai 75 bps.

"Dengan the Fed sudah tidak hawkish, maka Bank Indonesia (BI) berpeluang mengerem kecepatan laju kenaikan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DDR). Rezim suku bunga tinggi yang diharapkan segera berlalu ini akan membawa angin segar bagi saham-saham teknologi karena umumnya belanja modal atau capital expenditure (capex) emiten teknologi berasal dari bank," papar Steven.

Lebih lanjut, meeting the Fed yang dijadwalkan berlangsung pada 13-14 Desember 2022 juga berbarengan dengan era window dressing, sehingga Steven meyakini, saham GOTO akan terangkat pada momentum-momentum tersebut. "Jadi, saya perkirakan saham GOTO akan menguat ke Rp 270-288 dengan memfaktorkan The Fed dan Bank Indonesia dovish seiring melandainya inflasi Amerika dan Indonesia," tutur Steven.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

GoTo Cetak Laba Bersih Perdana pada Kuartal I 2026

GoTo Cetak Laba Bersih Perdana pada Kuartal I 2026

EKONOMI
Kurangi Kepadatan Mudik, GoTo Fasilitasi Mitra Driver dan Keluarga Mudik Gratis ke 5 Kota

Kurangi Kepadatan Mudik, GoTo Fasilitasi Mitra Driver dan Keluarga Mudik Gratis ke 5 Kota

EKONOMI
GoTo dan Kemenhub Berangkatkan Ribuan Mitra Gojek Mudik Gratis

GoTo dan Kemenhub Berangkatkan Ribuan Mitra Gojek Mudik Gratis

EKONOMI
GOTO Pangkas Kerugian hingga 77 Persen

GOTO Pangkas Kerugian hingga 77 Persen

EKONOMI
GoTo Salurkan BHR untuk Mitra Driver Hari Ini, Cek Selengkapnya!

GoTo Salurkan BHR untuk Mitra Driver Hari Ini, Cek Selengkapnya!

EKONOMI
KPPU: Grab dan GoTo Belum Sampaikan Notifikasi Rencana Merger

KPPU: Grab dan GoTo Belum Sampaikan Notifikasi Rencana Merger

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon