Data Ekonomi di AS Pemicu Kejatuhan IHSG, Hari Ini?
Rabu, 7 Desember 2022 | 05:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Sentimen global jadi faktor utama pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (6/12/22). Meski demikian, IHSG berpeluang bangkit menyusul fenomena window dressing yang biasanya terjadi menjelang tutup tahun. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/12/2022), ditutup anjlok sebesar 94,76 poin (1,77%) menjadi 6.892,57. IHSG begerak dalam rentang 6.862,56-6.987,37 dengan nilai transaksi Rp 11,80 triliun.
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, pelemahan IHSG seiring rilisnya data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) selama 2 hari berturut-turut yakni tingkat upah tumbuh serta data indeks PMI Sektor Jasa yang jauh melebihi ekspektasi. Dengan data tersebut, membuat outlook inflasi AS masih akan tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed secara agresif kembali muncul. "Yield obligasi AS juga sudah kembali naik ke level di atas 3,6% dari 3,4% di akhir pekan lalu," jelasnya kepada Investor Daily, Selasa (6/12/22).
Ia melanjutkan, ada beberapa sentimen yang mampu membawa IHSG kembali menghijau, yakni aksi window dressing yang biasanya dilakukan para manajerinvestasi menjelang tutup tahun. Selain itu penguatan IHSG akan terjadi apabila ekspektasi kenaikan suku bunga AS melemah dan rencana pembukaan ekonomi kembali Tiongkok. "Window dressing masih berpotensi terjadi, tetapi jika melihat sentimen-sentimen negatif dari global yang masih cukup kuat, mungkin kenaikannya tidak akan seagresif seperti sebelumnya," ujarnya.
Saat IHSG memerah, Fajar merekomendasikan para investor untuk melakukan averaging down dan buy on weakness kepada saham-saham berfundamental solid. Salah satunya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang harganya kini sedang terdiskon. "Investor bisa mencermati sektor banking terutama big 4 banks, serta emtien di sektor energi, seiring dengan sentimen memasuki musim dingin, sehingga meningkatkan akan permintaan komoditas energi," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




