ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tingkatkan Keamanan, BSI Gelontorkan Rp 580 Miliar untuk Kembangkan IT

Jumat, 12 Mei 2023 | 07:06 WIB
CS
R
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: RZL
Teller melayani nasabah di Kantor BSI Cabang Jakarta Thamrin, di Jakarta, Kamis, 11 Mei 2023.
Teller melayani nasabah di Kantor BSI Cabang Jakarta Thamrin, di Jakarta, Kamis, 11 Mei 2023. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gunardi mengungkapkan bahwa pihaknya tahun ini mengalokasikan anggaran Rp 580 miliar untuk pengembangan IT atau teknologi informasi. Jumlah itu juga termasuk untuk meningkatkan sistem keamanan perbankan BSI.

"Tahun 2022 kita itu spending kurang lebih sekitar Rp280 miliar untuk IT. Tahun ini naik lagi, mengalokasikan sekitar Rp 580 miliar, hampir Rp 600 miliar. Jadi, kelihatan lompatannya dari Rp280 miliar ke Rp 580 miliar," ujar Hery dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Hery menyebut, hal tersebut merupakan upaya BSI untuk menjaga dan mengembangkan teknologi perbankan semakin solid, maju, dan modern. Apalagi, kata Hery, 96-97% transaksi keuangan di BSI sudah tidak melalui cabang, tetapi melainkan IT channel.

ADVERTISEMENT

"Kami sadar bahwa seperti BSI sekarang mungkin 96-97% itu transaksi keuangan kami sudah enggak lewat cabang lagi. Sudah melalui IT channel, kebanyakan melalui ATM, ada internet banking, mobile banking. Jadi kami memang harus mencurahkan tenaga dan juga alokasi bujet yang cukup itu, untuk pengembangan teknologi. Baik itu dari sisi hardware, software, atau aplikasi," tutur Hery.

Diketahui, BSI sempat mengalami gangguan layanan perbankan sejak Senin (8/5/2023). BSI mengklaim layanan sudah bisa diakses oleh para nasabah per Kamis (11/5/2023).

Hery mengatakan, proses normalisasi layanan BSI dilakukan dengan baik. Secara bertahap, layanan bank syariah terbesar di Indonesia itu pun sudah bisa diakses nasabah dan kini telah kembali normal.

"Alhamdulillah, pada 11 Mei, seluruh layanan cabang ATM dan mobile banking sudah kembali normal," terang Hery.

Lebih lanjut, Hery menegaskan bahwa dana dan data nasabah BSI tetap aman walau sempat terjadi eror. Terkait gangguan layanan perbankan, Hery mengatakan, pihaknya menduga hal itu terjadi serangan siber. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui audit dan digital forensik.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tancap Gas Awal 2026, BSI Salurkan Rp 1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11 Ribu UMKM

Tancap Gas Awal 2026, BSI Salurkan Rp 1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11 Ribu UMKM

EKONOMI
Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

EKONOMI
BSI Berangkatkan 2.261 Pemudik Gratis ke Jawa-Sumatera

BSI Berangkatkan 2.261 Pemudik Gratis ke Jawa-Sumatera

EKONOMI
Peserta Mudik Gratis BSI Melonjak 122%, 385 Difabel Turut Berangkat ke Jawa dan Sumatera

Peserta Mudik Gratis BSI Melonjak 122%, 385 Difabel Turut Berangkat ke Jawa dan Sumatera

EKONOMI
BSI Berbagi, 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

BSI Berbagi, 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

EKONOMI
Milad ke-5, BSI Gelar

Milad ke-5, BSI Gelar "Langkah Emas" Ajak Masyarakat Bangun Generasi Sehat dan Merdeka Finansial

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon