ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pascapandemi, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Masih Fluktuatif

Senin, 17 Juli 2023 | 16:55 WIB
AK
H
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: HE
Ilustrasi kemiskinan.
Ilustrasi kemiskinan. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan rasio gini masih menujukkan angka yang fluktuatif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2023 angkanya mencapai 0,388, meningkat 0,007 poin dibandingkan September 2022 yang sebesar 0,381, dan meningkat 0,004 poin dibandingkan Maret 2022 yang sebesar 0,384.

Semakin kecil gini ratio, semakin bagus, karena ketimpangan pengeluaran penduduk semakin tidak terlihat alias lebih merata.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menyampaikan, angka rasio gini sebetulnya sempat mengalami penurunan dari 0,393 pada Maret 2017 menjadi 0,380 pada September 2019. Tetapi pada masa pandemi Covid-19, angka rasio gini mengalami kenaikan pada Maret 2020 dan September 2020. Setelah tahun 2020, angka rasio gini mengalami fluktuasi hingga mencapai 0,388 pada Maret 2023.

Pada Maret 2023, rasio gini di perkotaan tercatat sebesar 0,409, naik dibandingkan September 2022 yang sebesar 0,402 dan Maret 2022 sebesar 0,403. Di perdesaan, rasio gini tercatat 0,313, sama dengan kondisi September 2022 dan turun jika dibandingkan Maret 2022 yang sebesar 0,314.

Menurut provinsi, rasio gini tertinggi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,449, sementara yang terendah di Bangka Belitung sebesar 0,245. Terdapat empat provinsi dengan angka rasio gini lebih tinggi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (0,449), DKI Jakarta (0,431), Jawa Barat (0,425), dan Gorontalo (0,417).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon