Keunggulan Komparatif Indonesia harus Menjadi Keunggulan Kompetitif
Senin, 15 September 2014 | 23:33 WIBPalembang - Indonesia menghadapi tantangan bonus demografi, middle income trap dan masyarakat ekonomi Asean 2015. Oleh karena itu pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) harus mengubah keunggulan komparatif dari sumber daya alam yang dimiliki Indonesia menjadi keunggulan kompetitif.
Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek Kementerian Riset dan Teknologi Agus Puji Prasetyono mengatakan Indonesia kaya akan sumber daya alam, namun kakao, aluminium, nikel, karet dan sumber daya lainnya diekplorasi berupa bahan mentah dan langsung dijual. Padahal jika sudah mendapat sentuhan teknologi bisa menghasilkan keuntungan yang nilainya mencapai 19-30 kali lipat.
"Dalam mendorong peningkatan iptek dilakukan sistem inovasi daerah (Sida) sehingga sumber daya alam dapat tersentuh iptek dan meningkatkan daya saing," katanya di sela-sela acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi ke-19 Tingkat Provinsi Sumsel dan seminar Inovasi Industri Kreatif untuk Daya Saing Bangsa, di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (15/9).
Agus menambahkan jebakan middle income trap telah memerangkap 35 dari 52 negara berpenghasilan menengah pada tahun 2010. Untuk menembus jebakan ini suatu negara harus memiliki terobosan dengan menggalakkan inovasi.
Penyebab utama middle income trap ini menurutnya antara lain perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai akibat dari perlambatan produktivitas, karena rasio investasi yang rendah, pertumbuhan manufaktur lamban, diversifikasi industri terbatas, kondisi pasar tenaga kerja buruk, tingkat pendidikan sumber daya manusia rendah dan inovasi tidak berkembang.
Saat ini di Indonesia sudah ada 19 badan penelitian dan pengembangan daerah (balitbangda) dari 34 provinsi. Kehadiran balitbangda ini pun diharapkan bisa menggenjot Sida dan akhirnya meningkatkan pula keuntungan yang dapat diperoleh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




