ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

3 Aspek Utama dalam Budi Daya Udang

Rabu, 4 Maret 2015 | 17:21 WIB
LC
B
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: B1
Petambak sedang memanen udang.
Petambak sedang memanen udang. (Antara/Antara)

Jakarta - Direktur Jenderal Perikanan Budi daya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, mengatakan ada tiga aspek utama yang perlu diperhatikan dalam usaha budi daya udang yang berkelanjutan. Ketiga aspek itu adalah teknologi, sosial ekonomi dan budidaya ramah lingkungan.

"Aspek teknologi perlu diterapkan untuk mencapai efisiensi dan meningkatkan kualitas produksi udang yang berkelanjutan," ujar Slamet dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, jakarta, Rabu (4/3).

Ia melanjutkan, aspek sosial ekonomi yang perlu diperhatikan adalah peningkatan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat sekitar sehingga mereka juga merasakan keberhasilan petambak dan sekaligus mampu menyerap tenaga kerja di sekitar lingkungan tambak.

Terakhir, aspek budi daya ramah lingkungan adalah budidaya dengan memperhatikan lingkungan tambak dan lingkungan sekitarnya. Budi daya udang dengan penebaran sesuai dengan daya dukung tambak adalah salah satu upaya yang perlu dilakukan. Dengan padat tebar antara 60 – 80 PL/m2, sudah cukup menguntungan dan mendukung keberlanjutan usaha budi daya.

ADVERTISEMENT

Slamet menuturkan, operasionalisasi tambak harus memenuhi beberapa syarat seperti adanya Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL), tandon air dan sistem resirkulasi serta klasterisasi. Menurutnya, semua ini akan berujung pada peningkatan produktivitas lahan dan kesinambungan usaha budi daya udang itu sendiri. Disamping itu, penambahan lahan tambak harus diikuti dengan penanaman pohon bakau untuk menambah area green belt (sabuk hijau) yang bisa melindungi tambak dari abrasi sekaligus sebagai nursery ground bagi komoditas lain. Pohon bakau juga dapat berfungsi untuk memperkuat tanggul tambak.

Untuk itu menurut Slamet, diharapkan bahwa 30 persen dari luas total areal tambak harus dipergunakan sebagai lahan bakau. Sehingga hal ini akan sekaligus mengurangi resiko munculnya penyakit dan menghindari kerugian dari usaha budidaya udang. Pengalaman dari budidaya udang windu di masa lalu, jangan sampai terulang kembali. "Pembudidaya harus memperhatikan lingkungan sehingga dapat berbudidaya secara berkelanjutan, seperti padat tebar yang sesuai daya dukung tambak dan menggunakan sistem budidaya polikultur", pungkas Slamet. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon