BPS: Inflasi Tahunan November Naik Jadi 2,86%
Jumat, 1 Desember 2023 | 11:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada November 2023 sebesar 2,86%. Angka ini lebih tinggi dari inflasi tahunan Oktober 2023 sebesar 2,56%.
“Dalam perkembangan inflasi terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 112,85 pada November 2022 menjadi 116,08 pada November 2023,” ucap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh, Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/12/2023) dikutip Investor Daily.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi terbesar terjadi pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,71% Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 1,72% pada November 2023. Sementara kelompok andil terbesar kedua adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 3,76% dengan andil 0,23% pada inflasi November 2023.
Kelompok pengeluaran dengan andil terbesar ketiga, yaitu perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan inflasi 1,12% dan andil 0,22% pada inflasi November 2023.
“Komoditas yang memberikan andil terhadap kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah beras (0,58%), cabai merah (0,19%), rokok kretek filter (0,18%), cabai rawit (0,10%) , daging ayam ras (0,09%), dan bawang putih (0,07%),” tutur Edy.
Jika diperinci berdasarkan sebaran wilayah, dari 90 kota yang dipantau BPS, seluruh kota mengalami inflasi tahunan dengan 57 kota mengalami inflasi lebih tinggi dari inflasi nasional. Adapun inflasi tertinggi di Tanjung Pandan (5,89%) dan inflasi terendah di Jayapura (1,82%).
“Komoditas penyumbang inflasi di Tanjung Pandan adalah tarif angkutan udara (1,22%), beras (0,91%), cabai merah (0,49%), cabai rawit (0,45%), ikan segar (0,41%), dan rokok kretek filter (0,31%),” kata Edy.
Edy mengatakan komponen inti mengalami inflasi 1,87% dan memberikan andil inflasi 1,21% pada November 2023. Komoditas yang memberikan andil inflasi inti pada November 2023, di antaranya emas perhiasan, biaya kontrak rumah, biaya sewa rumah, dan upah asisten rumah tangga.
Tekanan inflasi tahunan komponen harga diatur pemerintah lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 2,07% dan memberikan andil 0,39% pada inflasi November 2023. “Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah rokok kretek filter, rokok putih, tarif angkutan udara, dan tarif air minum,” kata dia.
Sedangkan komponen harga bergejolak mengalami inflasi secara tahunan, dengan inflasi sebesar 7,59% dan memberikan andil 1,26% kepada inflasi November 2023. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah beras, cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang putih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




