ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dikabarkan Akuisisi PLTB di Sulsel, Market Cap BREN Meroket Tembus Rp 1.000 T

Jumat, 8 Desember 2023 | 11:54 WIB
M
JM
WP
Penulis: Muawwan, Jauhari Mahardhika
Editor: WBP
Pembangkit listrik tenaga bayu.
Pembangkit listrik tenaga bayu. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), perusahaan panas bumi yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu, dilaporkan sedang dalam proses akuisisi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan (Sulsel). Kabar ini mendapat tanggapan positif dari pelaku pasar.

Dampaknya terlihat dalam kenaikan harga saham BREN sebesar Rp 300 (3,87%) mencapai Rp 8.050 hingga Jumat (8/12/2023) sesi 1 siang ini. Bahkan, saham BREN sempat mencapai level tertinggi Rp 8.150.

Hingga Jumat sesi siang ini, dikutip RTI, nilai kapitalisasi pasar (market cap) BREN menjadi Rp 1.076 triliun, di peringkat kedua dalam daftar emiten dengan market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). BREN di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang berada di peringkat pertama dengan market cap Rp 1.081 triliun.

ADVERTISEMENT

Di peringkat tiga, terdapat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan market cap Rp 826 triliun. Sementara itu, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berada di peringkat empat dengan market cap Rp 631 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di peringkat lima senilai Rp 534 triliun.

Pada peringkat enam terdapat PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan market cap Rp 464 triliun, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) di peringkat tujuh senilai Rp 382 triliun, PT Telkom Indonesia (TLKM) di peringkat delapan sebesar Rp 422 triliun, PT Astra International Tbk (ASII) di peringkat sembilan senilai Rp 228 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di peringkat 10 sebesar Rp 190 triliun.

Theodorus Melvin, selaku analis investasi dari Stockbit, memperkirakan aset yang akan diakuisisi oleh BREN adalah PLTB di  Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi  Selatan. Prediksi ini didasarkan pada hubungan erat antara Grup Barito dan Grup Ayala, pemilik tidak langsung PLTB Sidrap sebagai perusahaan konglomerasi Filipina. Grup Ayala, melalui AC Energy, memiliki 15% saham PLTP Salak dan Darajat yang dimiliki BREN.

Dalam transaksi sebelumnya, Grup Barito juga telah membeli mayoritas aset PLTP Salak dan Darajat dari AC Energy. Saat ini, mayoritas kepemilikan PLTB Sidrap dipegang oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi, perusahaan hasil konsorsium UPC Renewables dan AC Energy Holding, yang juga memiliki porsi di PLTP Salak dan Darajat.

PLTB Sidrap, yang memerlukan dana pembangunan sekitar US$ 150 juta, berpotensi dikuasai PT Barito Wind Energy, anak usaha BREN secara mayoritas, jika transaksi ini berhasil. Dengan mengakuisisi PLTP Sidrap, total kapasitas terpasang BREN berpotensi tumbuh sebesar 8,5%, mencapai 961 megawatt (MW).

Meskipun konfirmasi langsung belum diberikan, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Barito Renewables Energy, Merly, menyatakan perusahaan terus aktif mengeksplorasi potensi energi baru terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga angin (bayu), sesuai visi dan misi perusahaan. "Namun, sampai saat ini, kami tidak dapat memberikan konfirmasi apa pun," ujar Merly kepada Investor Daily pada Kamis (30/11/2023).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon