ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Kembangkan Sistem Peringatan Tanah Longsor Nasional

Senin, 1 April 2024 | 09:01 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Pencarian sisa korban hilang tertimbun longsor di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, KBB di hari kelima, nihil, Jumat, 29 Maret 2024.
Pencarian sisa korban hilang tertimbun longsor di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, KBB di hari kelima, nihil, Jumat, 29 Maret 2024. (Beritasatu.com/Algi Muhamad Gifari)

Jakarta, Beritasatu.com- Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah perguruan tinggi siap mengembangkan sistem informasi peringatan dini bencana tanah longsor skala besar yang mencakup seluruh wilayah rawan nasional.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan saat ini BNPB sedang melakukan studi berbasis ilmiah bersama para ahli teknologi inovasi, iklim, dan geologi dalam negeri. “Studi tersebut untuk menentukan mekanisme peringatan dini tanah longsor yang memenuhi standar keakuratan tinggi, cepat, terintegrasi, dan mudah diakses publik,” kata dia di Jakarta, Senin (1/4/2024)  

Setidaknya ada tiga mekanisme yang umum diadopsi dalam pembuatan sistem peringatan dini. Abdul mencontohkan, sistem peringatan dini berbasis citra satelit time-series untuk memantau perubahan tata lahan dan pergerakan mahkota longsor untuk menghasilkan peringatan dini bagi masyarakat berisiko tinggi.

ADVERTISEMENT

Peringatan dini berbasis sensor, yakni setiap daerah rawan longsor dipasangkan alat sensor untuk memantau pergerakan tanah, curah hujan dan parameter lain. Data ini kemudian diolah untuk menghasilkan peringatan dini bagi masyarakat. Selanjutnya, sistem peringatan berbasiskan masyarakat yang melibatkan warga dalam proses pemantauan dan pelaporan tanda-tanda awal tanah longsor. “Kami masih mengkaji opsi terbaik untuk mekanisme tanah longsor nasional ini,” ujarnya.

Dia mengaku pembuatan sistem peringatan dini tanah longsor berskala nasional ini merupakan tindak lanjut setelah kalangan peneliti Indonesia yang berhasil mengembangkan sistem bencana serupa di 35 daerah 10 tahun lalu. Namun, sistem buatan peneliti yang salah satunya dari Universitas Gadjah Mada bersama tim BNPB itu, kapasitas dan wilayah jangkauannya masih tergolong lokal yang mencakup 200 desa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BNPB: Gempa M 7,6 di Bitung Picu Tsunami Kecil di Pesisir

BNPB: Gempa M 7,6 di Bitung Picu Tsunami Kecil di Pesisir

NUSANTARA
Bantuan Prabowo Tiba di Aceh Tamiang, BNPB Pastikan Tepat Sasaran

Bantuan Prabowo Tiba di Aceh Tamiang, BNPB Pastikan Tepat Sasaran

NASIONAL
Waspada! Ancaman Karhutla Mulai Muncul di Sejumlah Wilayah

Waspada! Ancaman Karhutla Mulai Muncul di Sejumlah Wilayah

NASIONAL
Kepala BNPB Pastikan Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang Dikebut

Kepala BNPB Pastikan Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang Dikebut

JAWA TENGAH
Warga Korban Banjir Lamongan: Terendam 3 Bulan Hanya Terima 3 Kg Beras

Warga Korban Banjir Lamongan: Terendam 3 Bulan Hanya Terima 3 Kg Beras

JAWA TIMUR
BNPB Awasi Ketat 4 Gunung Api Berstatus Siaga

BNPB Awasi Ketat 4 Gunung Api Berstatus Siaga

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT