ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rupiah Masih Rp 16.000 Per Dolar AS, BI Rate Perlu Naik Lagi?

Rabu, 8 Mei 2024 | 22:55 WIB
AF
WP
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: WBP
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (B Universe/Alfida Rizky Febrianna)

Jakarta, Beritasatu.com- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai tidak ada urgensi untuk kembali menaikkan suku bunga acuan BI rate pada Mei 2024, meski nilai tukar rupiah masih di level Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Dari arah pergerakannya, kenaikan BI rate dan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kemarin, data yang sekarang ada menunjukkan bahwa memang tidak lagi ada keperluan untuk menaikkan BI rate," ungkap Perry, dalam taklimat media, di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Dengan begitu, Perry menyebut BI rate akan dipertahankan pada level 6,25%. Pertimbangannya karena posisi rupiah kini menguat lebih cepat, inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang baik.

ADVERTISEMENT

"Keputusan BI rate selalu akan melihat perkiraan inflasi ke depan, perkiraan nilai tukar, dan perkiraan pertumbuhan ekonomi. Dari berbagai indikator itu, semuanya tetap data dependen," jelasnya.

Meski demikian, Perry berujar dirinya tidak mau mendahului hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar Mei 2024 ini.

"Dengan data-data yang sekarang, kami melihat bahwa kenaikan itu cukup untuk memastikan dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, semuanya data dependen. Hasilnya tunggu RDG bulanan," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

MULTIMEDIA
Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

NASIONAL
BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

EKONOMI
BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon