Harga Minyak Menguat Imbas Perkiraan OPEC dan Inflasi
Jumat, 14 Juni 2024 | 06:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak naik tipis pada perdagangan Kamis (13/6/2024) yang berfluktuasi. Hal itu didukung oleh perkiraan OPEC untuk pertumbuhan permintaan dan data yang menunjukkan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang melemah dan inflasi yang melambat. Hal ini memicu harapan untuk pemangkasan suku bunga The Fed meskipun ada komentar terbaru dari pejabat bank sentral.
Melansir Reuters Jumat (14/6/2024), harga minyak mentah Brent ditutup naik 15 sen (0,2%) menjadi US$ 82,75 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup menguat 12 sen (0,2%) menjadi US$ 78,62 per barel. Kedua patokan tersebut telah naik hampir 1% pada sesi sebelumnya.
Komentar terbaru oleh OPEC juga membantu meningkatkan harga minyak mentah. Organisasi tersebut memperkirakan permintaan akan tumbuh hingga 116 juta barel per hari pada 2045, dan mungkin lebih tinggi, kata Sekretaris Jenderal OPEC Hathaim Al Ghais pada Kamis (13/6/2024), dalam teguran atas laporan Badan Energi Internasional yang memperkirakan puncak konsumsi minyak pada 2029.
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan indeks harga produsen (PPI) untuk permintaan akhir turun 0,2% secara bulanan pada Mei. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan kenaikan 0,1%. Data terpisah menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan melampaui estimasi hingga mencapai titik tertinggi dalam 10 bulan.
Pada Rabu (12/6/2024), The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil dan menunda dimulainya pelonggaran kebijakan yang diproyeksikan hingga akhir Desember. Dalam konferensi pers setelah berakhirnya pertemuan kebijakan dua hari bank sentral AS, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan inflasi telah turun tanpa pukulan besar bagi perekonomian.
Di sisi pasokan, stok minyak mentah AS naik lebih dari yang diharapkan minggu lalu, sebagian besar didorong oleh lonjakan impor, sementara persediaan bahan bakar juga meningkat lebih dari yang diharapkan, data dari Badan Informasi Energi menunjukkan pada Rabu.
Traders minyak juga mengamati pembicaraan yang terus berlanjut mengenai kemungkinan gencatan senjata di Gaza, yang dapat meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak di wilayah tersebut.
Dalam serangan terbaru terhadap pengiriman, militan Houthi yang bersekutu dengan Iran pada Rabu mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal dan perahu kecil yang menyebabkan kapal pengangkut batu bara milik Yunani membutuhkan penyelamatan di dekat pelabuhan Laut Merah Yaman, Hodeidah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




