ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penambahan Areal Tanam 1 Juta Hektare Jadi Strategi Wamentan Sudaryono Cegah Krisis Pangan Dampak El Nino

Sabtu, 3 Agustus 2024 | 10:15 WIB
J
BW
Penulis: Jamaah | Editor: BW
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat mengunjungi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jumat, 2 Agustus 2024.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat mengunjungi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jumat, 2 Agustus 2024. (Beritasatu.com/Jamaah)

Pati, Beritasatu.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meninjau Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mengantisipasi krisis pangan dampak El Nino, Wamentan memasang strategi program penambahan areal tanam (PAT) hingga 1 juta hektare per bulan di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono saat mengunjungi stasiun pompa pertanian yang dua tahun terakhir mati di wilayah Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Wamentan yang belum lama ini dilantik Presiden Joko Widodo tersebut akhir-akhir ini tengah melakukan observasi pompanisasi lahan pertanian agar dapat dimaksimalkan untuk memaksimalkan program PAT.

Sudaryono mengakui El Nino berdampak pada sektor pertanian yang menjadi sektor paling krusial karena menyangkut lini dasar kehidupan rakyat Indonesia. Untuk itu dalam mencegah krisis pangan nasional, Kementerian Pertanian memasang target penambahan areal tanam hingga mencapai 1 juta hektare per bulan demi mengamankan produksi pangan nasional.

ADVERTISEMENT

"Jadi nambah area itu maksudnya nambah tanah yang tadinya tidak pernah ditanami, ditanami itu menambah area atau tanah yang ditanami sekali terus kemudian ditanam nambah jadi dua kali itu nambah juga. Atau dua kali jadi tiga kali itu penambahan," ujar mantan aspri Prabowo Subianto saat berkunjung ke Pati pada, Jumat (2/8/2024) sore.

Lanjutnya, pada Juli lalu Kementerian Pertanian hampir memenuhi target bulanan, yakni telah berhasil menambah areal tanam 970.000 hektare. Target penambahan PAT 1 juta untuk 1 bulan akan berlangsung hingga Desember 2024, langkah ini diharapkan dapat mengamankan produksi pangan dan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran di tengah ancaman dampak El Nino.

"Satu bulan penambahannya targetnya 1 juta hektare, kalau 1 juta ini tercapai sampai Desember selamat kita, pangan kita aman," terangnya.

Pemanfaatan embung dan sumber mata air lainnya dalam memaksimalkan lahan pertanian pada musim kemarau menjadi harapan tercapainya target penambahan 1 juta hektare untuk mengebut produksi tanam.

Diketahui, program pompanisasi dan perluasan areal tanam adalah upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Tidak hanya dari petani, keterlibatan TNI/Polri dan berbagai pihak menjadi pendukung Indonesia siap menghadapi tantangan El Nino.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Stok Hewan Kurban untuk Iduladha 2026 Surplus 891.320 Ekor

Stok Hewan Kurban untuk Iduladha 2026 Surplus 891.320 Ekor

NASIONAL
Harga Telur di Peternak Anjlok karena Permainan Tengkulak

Harga Telur di Peternak Anjlok karena Permainan Tengkulak

EKONOMI
Jaga Harga Telur Ayam, Kementan Kumpulkan Para Peternak

Jaga Harga Telur Ayam, Kementan Kumpulkan Para Peternak

EKONOMI
Klaim Asuransi Dipercepat, Petani Lamongan Dapat Rp 6 Juta Per Hektare

Klaim Asuransi Dipercepat, Petani Lamongan Dapat Rp 6 Juta Per Hektare

EKONOMI
Indonesia Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

Indonesia Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

EKONOMI
Kementan Dukung CPO Jadi Pengganti Nafta untuk Bahan Plastik

Kementan Dukung CPO Jadi Pengganti Nafta untuk Bahan Plastik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon