ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Bawang di Nunukan Turun, di Karimun Banjir Impor

Selasa, 23 Juni 2015 | 02:05 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi bawang merah
Ilustrasi bawang merah (Antara/Abriawan Abhe)

Nunukan - Distribusi bahan pokok menjadi faktor utama dalam mengontrol gejolak harga kebutuhan pokok. Fluktuasi pun bisa dicegah dengan ketersediaan stok yang cukup di setiap daerah.

Selama bulan suci Ramadan, harga bawang merah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara turun drastis menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Sahabuddin, agen bawang merah di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan, Senin (22/6) mengutarakan, harga bawang merah di daerah itu sebelumnya pernah naik dari Rp 28.000 per kg menjadi Rp 38.000 per kg. Memasuki bulan Ramadan harga kembali turun menjadi Rp 30.000 per kg yang diperkirakan akan bertahan hingga pertengahan Ramadhan.

Dikatakan, penurunan harga bawang merah disebabkan stok berlimpah karena bertepatan dengan masa panen di Kabupaten Enrekang, Sulsel dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi pemasok ke Nunukan. Hasil panen petani di Enrekang meningkat tajam bertepatan dengan masa panen juga di NTB.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, bawang impor dari Malaysia beredar di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, di tengah terpaan isu kelangkaan berbagai komoditas termasuk bawang.

"Sebagai pedagang, kami tentu ingin agar stok dagangan tetap ada, kalau tidak ada bawang lokal, kami menjual bawang impor," kata pedagang D Pasaribu di Pasar Puan Maimun Tanjung Balai Karimun, Senin (22/6).

Dia menjelaskan, bawang lokal dagangannya sering habis seiring meningkatkan permintaan masyarakat, bahkan habis sebelum datangnya pasokan baru dari Sumatera atau Jawa.

Untuk itu, ia juga menyediakan bawang merah impor dari Malaysia atau Vietnam sebagai alternatif ketika bawang lokal habis.

Dia menilai kualitas bawang merah asal Jawa tidak kalah dengan bawang impor, dan harga bawang impor sedikit lebih murah dari bawang lokal.

"Kalau sekarang, bawang merah impor harganya Rp 25.000/kg, sedangkan bawang lokal asal Jawa Rp 28.000/kg," ucapnya.

Selain bawang merah, bawang impor lain yang beredar adalah bawang putih dan bawang Bombay asal India.

Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bawang impor sudah sejak lama beredar di Karimun dan menjadi alternatif bagi pembeli, apalagi ketika bawang lokal habis.
"Kalau soal barang impor, di Karimun sudah biasa. Coba saja tanyakan, beras juga beras impor," ucap dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mentan Sidak Pasar Kebayoran Lama, Harga Ayam Turun Jadi Rp 25.000

Mentan Sidak Pasar Kebayoran Lama, Harga Ayam Turun Jadi Rp 25.000

EKONOMI
Harga Bawang dan Cabai Melonjak, Mendag Sebut Pasokan Aman

Harga Bawang dan Cabai Melonjak, Mendag Sebut Pasokan Aman

EKONOMI
Harga Cabai dan Bawang di Kediri Meningkat, Warga Menjerit

Harga Cabai dan Bawang di Kediri Meningkat, Warga Menjerit

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon