ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

LPEM UI Sebut BI Akan Pertahankan Suku Bunga Acuan

Rabu, 20 November 2024 | 11:42 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Ilustrasi Bank Indonesia.
Ilustrasi Bank Indonesia. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, Beritastu.com - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksikan, Bank Indonesia (BI) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 6% dalam rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 November 2024. Hal ini didasarkan pada depresiasi nilai tukar rupiah yang masih berlangsung dan inflasi yang tetap terjaga.

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menyarankan, agar BI menahan suku bunga acuan untuk memberikan fleksibilitas dalam melakukan penyesuaian di masa depan. Menurutnya, keputusan ini penting demi menjaga stabilitas harga dan menciptakan ruang untuk kebijakan pelonggaran jika diperlukan.

“Pemotongan suku bunga saat ini belum menjadi prioritas, sementara mempertahankannya memberikan peluang lebih luas di masa depan,” ungkap Riefky dalam laporan analisis makroekonomi RDG BI November 2024, Rabu (20/11/2024).

ADVERTISEMENT

Pada Oktober 2024, inflasi tahunan tercatat menurun ke 1,71% dari 1,84% pada bulan sebelumnya, yang merupakan level terendah sejak November 2021.

Angka ini tetap dalam rentang target inflasi BI sebesar 1,5%-3,5%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kelompok harga yang diatur pemerintah dan harga bergejolak, meskipun inflasi inti sedikit meningkat menjadi 2,21% akibat kenaikan harga komoditas global.

Namun, pelemahan rupiah hingga Rp 15.770 per dolar AS pada pertengahan November, dipengaruhi oleh arus modal keluar dan ketidakpastian geopolitik serta Pemilu AS 2024. Di sisi lain, cadangan devisa meningkat menjadi US$ 151,2 miliar berkat penerimaan pajak, jasa, dan pinjaman luar negeri pemerintah.

Secara global, The Fed telah menurunkan suku bunga kebijakan sebanyak dua kali berturut-turut sebesar 25 basis poin karena inflasi terkendali dan pelemahan pasar tenaga kerja.

Meski pasar memperkirakan pelonggaran kebijakan The Fed berlanjut pada Desember, rencana kebijakan ekonomi Donald Trump setelah Pemilu AS 2024, seperti tarif impor dan pemotongan pajak, dapat meningkatkan tekanan inflasi di masa depan.

Langkah BI mempertahankan suku bunga acuan dinilai penting untuk menjaga kestabilan ekonomi domestik di tengah tantangan eksternal tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Alasan BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

Alasan BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

EKONOMI
BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Februari 2026

BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Februari 2026

EKONOMI
Menanti BI Rate Februari 2026 sebagai Penentu Arah Pasar

Menanti BI Rate Februari 2026 sebagai Penentu Arah Pasar

EKONOMI
Bursa Asia Pasifik Menguat, Nikkei Naik Berkat BOJ Tahan Suku Bunga

Bursa Asia Pasifik Menguat, Nikkei Naik Berkat BOJ Tahan Suku Bunga

EKONOMI
BI Rate 5 Kali Turun pada 2025, Bagaimana 2026?

BI Rate 5 Kali Turun pada 2025, Bagaimana 2026?

EKONOMI
BI Tahan BI Rate 4,75 Persen pada Desember 2025, Fokus Jaga Rupiah

BI Tahan BI Rate 4,75 Persen pada Desember 2025, Fokus Jaga Rupiah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon