ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

8 Negara Ini Gunakan Emas sebagai Cadangan Strategis, Apa Alasannya?

Selasa, 9 September 2025 | 19:30 WIB
MP
MF
Penulis: M Haikal Habibi Pratama | Editor: MF
Daftar negara yang menggunakan emas sebagai cadangan strategis.
Daftar negara yang menggunakan emas sebagai cadangan strategis. (Pexels/Zlaťáky.cz)

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik, emas kembali menjadi pilihan utama bagi banyak negara.

Fenomena ini tercermin dari langkah sejumlah negara yang terus memperbesar porsi emas dalam cadangan devisanya. Amerika Serikat, Jerman, Italia, hingga Tiongkok dan India menempatkan emas sebagai pilar utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Emas sebagai Pilar Cadangan Strategis

Cadangan devisa biasanya terdiri dari mata uang asing, surat utang, dan komoditas tertentu. Namun, emas menempati posisi istimewa karena nilainya cenderung stabil sepanjang waktu.

ADVERTISEMENT

Inilah alasan mengapa banyak negara menjadikannya sebagai cadangan strategis. Emas tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga menjadi sarana diversifikasi agar ketergantungan terhadap dolar AS atau euro berkurang.

Negara yang Menjadikan Emas sebagai Cadangan Strategis

Dihimpun Beritasatu.com dari berbagai sumber, berikut sejumlah negara yang menjadikan emas sebagai cadangan strategis:

1. Amerika Serikat

AS adalah contoh paling nyata dari penggunaan emas sebagai cadangan strategis. Dengan lebih dari 8.100 ton emas, logam mulia ini mencakup hampir 75% dari total cadangan devisa.

Peninggalan dari era Bretton Woods ini tetap dipertahankan karena dianggap memberikan legitimasi global atas kekuatan ekonomi dan moneter Amerika.

2. Jerman

Jerman juga sangat mengandalkan emas sebagai pilar cadangan strategis. Negara ini menyimpan lebih dari 3.300 ton emas, setara hampir 70% dari total cadangan devisanya.

Pemerintah Jerman bahkan pernah memulangkan emas dari New York dan Paris ke Frankfurt untuk memastikan kendali penuh atas aset berharga tersebut.

3. Italia

Italia memiliki sekitar 2.450 ton emas, menjadikannya salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia. Sekitar dua pertiga cadangan devisanya berbentuk emas.

Bagi Italia yang memiliki utang publik cukup besar, emas berperan sebagai "penjaga terakhir" stabilitas keuangan.

4. Prancis

Prancis mempertahankan cadangan emas lebih dari 2.400 ton. Meskipun menjadi anggota zona euro, Paris tetap menjadikan emas sebagai cadangan utama untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Emas dipandang penting untuk melindungi negara ketika kawasan Eropa dilanda krisis.

5. Rusia

Sejak 2014, Rusia gencar membeli emas guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Kini, cadangan emas Rusia mencapai sekitar 2.300 ton.

Kebijakan ini semakin relevan setelah Moskow menghadapi sanksi ekonomi dari Barat, menjadikan emas sebagai tameng utama dalam menghadapi tekanan eksternal.

6. Tiongkok

Sebagai ekonomi terbesar kedua dunia, Tiongkok terus meningkatkan kepemilikan emas. Saat ini cadangan emasnya mencapai sekitar 2.200 ton.

Beijing memanfaatkan emas sebagai instrumen diversifikasi untuk memperkuat posisi yuan di pasar global.

Banyak analis memperkirakan cadangan emas Tiongkok akan terus bertambah guna mendukung ambisi internasionalisasi mata uangnya.

7. India

India memandang emas bukan hanya sebagai bagian dari budaya, tetapi juga sebagai strategi moneter. Cadangan emas resmi negara ini telah melampaui 800 ton.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah dan bank sentral terus menambah stok emas demi membuat cadangan devisa lebih tahan terhadap fluktuasi nilai mata uang.

8. Turki

Turki termasuk negara yang agresif membeli emas. Cadangan emasnya telah menembus 600 ton, mencerminkan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas di tengah inflasi tinggi dan ketidakstabilan lira.

Emas menjadi "benteng terakhir" yang membantu mengurangi kerentanan ekonomi negara tersebut.

Meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral di seluruh dunia menunjukkan tren global yang menarik. Jika pada 2009 cadangan emas bank sentral berada di angka 26.000 ton, pada 2024 jumlahnya naik menjadi 32.000 ton.

Artinya, di tengah ketidakpastian geopolitik dan inflasi, negara-negara semakin percaya pada emas sebagai aset strategis jangka panjang.

Negara-negara yang menjadikan emas sebagai cadangan strategis menegaskan bahwa logam mulia ini tidak pernah kehilangan peran pentingnya. Dari Amerika Serikat, Jerman, Italia, hingga Tiongkok dan India, emas menjadi simbol kekuatan ekonomi dan penopang stabilitas keuangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

EMAS Kantongi Dukungan Investor Global Jelang Listing di Hong Kong

EMAS Kantongi Dukungan Investor Global Jelang Listing di Hong Kong

EKONOMI
Harga Emas Melambung Ciptakan Tren Baru Jam Tangan Mewah: Dilebur

Harga Emas Melambung Ciptakan Tren Baru Jam Tangan Mewah: Dilebur

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia Turun Tajam 2,7 Persen

Update Harga Emas Dunia Turun Tajam 2,7 Persen

EKONOMI
EMAS Temukan Cadangan Emas Baru di Gorontalo

EMAS Temukan Cadangan Emas Baru di Gorontalo

EKONOMI
Mengukur Kilau Industri Perhiasan di Tengah Lonjakan Harga Emas

Mengukur Kilau Industri Perhiasan di Tengah Lonjakan Harga Emas

EKONOMI
Aksi Borong Emas oleh China Kembali Terjadi

Aksi Borong Emas oleh China Kembali Terjadi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon