ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Turunkan Tarif Kopi setelah Harga Naik 21 Persen

Senin, 17 November 2025 | 06:40 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (AP Photo/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (14/11/2025) menurunkan tarif untuk sejumlah komoditas pertanian seperti kopi, kakao, pisang, serta beberapa produk daging sapi.

Melansir Reuters, Senin (17/11/2025), kebijakan ini diambil di tengah tekanan politik terkait tingginya harga kebutuhan pokok yang membebani rumah tangga Amerika.

Langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah distributor bahan pangan termasuk daging, kopi, dan cokelat menaikkan harga akibat tarif baru yang berlaku tahun ini.

ADVERTISEMENT

Trump juga memberikan pengecualian tarif untuk berbagai buah,  seperti tomat, alpukat, kelapa, jeruk, dan nanas. Tarif lebih rendah turut berlaku untuk teh hitam dan hijau, serta rempah-rempah seperti kayu manis dan pala.

Kebijakan baru ini menandai perubahan sikap Trump yang sebelumnya menegaskan bahwa tarif diperlukan untuk melindungi industri dan tenaga kerja domestik.

Ia berulang kali menyebut konsumen AS tidak akan terdampak oleh kenaikan tarif, meski harga pangan di pasar menunjukkan tren sebaliknya.

Pengecualian tarif ini diumumkan sehari setelah AS mencapai kerangka kerja perdagangan dengan empat negara Amerika Latin. Kesepakatan tersebut mencakup tarif 10% untuk sebagian besar barang dari Argentina, Guatemala, dan El Salvador, serta tarif 15% untuk produk dari Ekuador.

Produk yang tidak diproduksi AS dalam jumlah memadai seperti kopi dan pisang dikecualikan dari kenaikan tarif.

Harga pangan di AS terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Indeks harga konsumen mencatat kenaikan sekitar 2,7% pada kategori makanan untuk konsumsi di rumah pada September. 
Para ahli menyebut bahwa penurunan tarif dapat membantu menahan kenaikan harga bahan pangan, meski faktor lain, seperti pasokan global yang ketat juga mempengaruhi pasar, terutama untuk komoditas kopi dan daging sapi.

Harga daging sapi di AS melonjak selama setahun terakhir akibat tarif pemerintah terhadap pemasok utama, seperti Brasil, Australia, Selandia Baru, dan Uruguay.

Brasil yang menghadapi tarif efektif hingga 75% mengalami penurunan ekspor ke AS di tengah penyusutan populasi ternak AS ke level terendah dalam 75 tahun. Tarif pupuk, baja, dan aluminium juga membuat biaya peternakan semakin mahal.

Akibatnya, harga daging sapi mentah naik 12%-18% secara tahunan pada September.

Sementara, Harga kopi bubuk di AS mencapai rekor US$ 8,41 per pon pada Juli, melonjak 33% dibanding tahun sebelumnya. Tarif 50% terhadap kopi Brasil, yang memasok sepertiga impor AS, mendorong kenaikan harga di seluruh rantai pasok. Vietnam dan Kolombia turut terdampak tarif administrasi Trump.

Dengan AS tidak memproduksi biji kopi, pelaku usaha tidak memiliki alternatif selain membayar tarif tinggi. Harga kopi naik sekitar 21% pada Agustus, peningkatan tahunan terbesar sejak 1990-an.

Harga kakao juga berada pada level tinggi setelah tiga tahun gagal panen di Pantai Gading dan Ghana. Perusahaan seperti Hershey memperkirakan beban tarif mencapai US$ 160-US$ 170 juta tahun ini, di tengah harga kakao global yang melonjak hingga dua kali lipat dari level prapandemi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendag Ungkap Tarif Impor AS untuk Indonesia Masih Bisa Dinego

Mendag Ungkap Tarif Impor AS untuk Indonesia Masih Bisa Dinego

EKONOMI
Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

EKONOMI
Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

EKONOMI
RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

EKONOMI
Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

EKONOMI
Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon